Lubuak Aluang – Pengurus Muhammadiyah yang tak punya komitmen kuat dalam menjalankan organisasi akan dilakukan evaluasi. Sebab, organisasi ini butuh tenaga, pemikiran dan waktu untuk kesejahteraan dan kemajuan umat. Sehingga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) harus konsisten menjalankan amanah, mengembangkan umal usaha dan pengkaderan ideologi ke-Muhammadiyah-an.
Demikian penegasan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat (Sumbar) Dr.Bakhtiar, M.Ag dalam sambutannya ketika Pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Padang Pariaman diketuai Dasril, S.Hi, juga Pengenalan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) diketuai Yendrawita, S.Ag, Priode 2022-2027 bertempat di Aula Panti Bina Sosial Anak Asuh Remaja (PBSAAR) Budi Utama Sumbar, Lubuak Aluang, Minggu (24/09/2023).
Kata Bakhtiar, Muhammadiyah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk kemaslahatan bagi ummat. Artinya, Muhammadiyah mengerakan segala aspek kehidupan masyarakat. Yakni, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
“Orang berbicara soal pendidikan, Muhammadiyah telah menghadirkan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi. Dan, ketika mereka berbicara kesehatan, Muhammadiyah telah mengahadirkan Rumah Sakit,” sebut Bakhtiar.
Menurut dia, semuanya ini hadir di tengah-tengah ummat, tidak terlepas dari peran Pemerintah. Dalam hal ini, itu merupakan hasil berkolaborasi Muhammadiyah bersama Pemerintah.
“Oleh sebab itu, agar Pengurus bekerja mengacu kepada program kerja yang telah dibuat melalui Musyda. Bila ada diantara Pimpinan agak lamban, maka tanyakan niat dan selera untuk memajukan organisasi. Karena, semua Pengurus akan dilakukan evaluasi kerjanya” terang Bakhtiar.
Kemudian, sambungnya, harus memperkuat idelogi ke-Muhammadiyah-an kepada kader dan ummat. Sehingga tercipta warga Muhammadiyah yang kokoh dalam berorganisasi dan dalam kehidupan beragama mereka.
“Juga agar mengembangkan amal usaha. Kalau bisa, hadirkan sebuah Rumah Sakit Aisyiyah di Padang Pariaman” harap Bakhtiar.
Sementara itu, Bupati Suhatri Bur mengapresiasi dengan mengucapkan selamat dan sukses pengukuhan pengurus baru. Dan, terima kasih kepada pengurus lama yang memberikan pengabdian di organisasi ini.
Kata dia, Muhammadiyah ini organisasi besar dan terbesar di dunia. Perkuat persatuan kesatauan dengan begandengan tangan bersama pemerintah dalam mensejahteran masyarakat dan daerah.
“Ke depannya, selain mengayomi masyarakat, Muhammadiyah agar lebih maju lagi dengan berkolaborasi bersama pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi daerah yakni Maju, Unggul berkelanjutan dan religius” harap Suhatri Bur.
Ia menyebut, tugas kedepan,
sangat berat, maka pengurus baru agar amanah dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Sebelumnya, Dasril sebagai Ketua PDM yang baru menyatakan, merasa terharu ketika Musda mendapatkan suara terbanyak. Dan, tak membayangkan sebelumnya.
Ia mengakui memang alumni UIN, tetapi dia tak merasa ulama. Orang tahu, saya sehari-hari sebagai Pengacara, tidak terdengar sebagai ulamanya.
“Saya minta dan mohon dukungan dari yang tua-tua. Hanya lima yang senior dalam Pimpinan, selebihnya anak muda alias yunior,” ucap Dasril.
Ia menyebut, Muhammadiyah adalah ormas besar, bahkan sudah dicap sebagai organisasi terkaya. Begitu banyak aset dan amal usaha Muhammadiyah yang menjadi dasar pergerakan organisasi. Tetapi di Padang Pariaman, Muhammadiyah masih belum besar.
“Kita yang di amanahi memimpin PDM saat ini, bertekad untuk membangun Gedung Dakwah Muhammadiyah di Padang Pariaman. Karena, selama ini Kantor Muhammadiyah selalu berpindah-pindah tempat. Itupun sesuai situasi dan kondisi” tutur Dasril.
Menurut dia, konsep kedepannya menggiatkan pengkaderan. Seperti mengurus Masjid itu, harus memahami dengan ideologi Muhammadiyah itu sendiri terlebih dahulu.
Sedangkan Fakhri Zaki sebagai Ketua PDM yang lama mengucapkan selamat pada pengurus baru. Jadi pengurus di Muhammadiyah tak bergaji dan berbeda dengan organisasi yang lain.Pada Muhammadiyah, pengurus yang memberi ke organisasi, bukan pengurus yang diberi oleh organisasi.
Dia berharap, PDM Padang Pariaman semakin baik. Konsolidasi organisasi berjalan dengan seluruh Ortom Muhammadiyah.
Persoalan hari ini, sebut Fakri Zaki, adalah bagaimana mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat. Kemiskinan ini menghambat laju perekonomian itu sendiri.
“Di Sumbar, angka kemiskinan berhasil ditekan oleh pemerintah. Begitu juga di Padang Pariaman, pun terjadi penurunan. Karena itu, maka kita harus mengajak Muhammadiyah agar berkolaborasi dengan pemerintah, dalam mengentaskan kemiskinan ini,” sebut dia.
Secara bersamaan, juga dikenalkan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan Pengukuhan PDM dan Pengenalan PDA dengan tema “Solid Dalam Gerakan Terukur Dalam Tindakan Untuk Padang Pariaman Yang Berkemajuan”.
Setelah pengukuhan, dilakukan serah terima jabatan Ketua PDM yang lama, Fakri Zaki kepada Ketua yang baru Dasril.
Adapun Pengukuhan PDM Padang Pariaman ini diketuai Dasril, S.Hi, Sekretaris Erik Eksrada,S.PdI, dan Bendahara Fitra Mulyawan dengan Anggota Ibrahim, Hilman SH, Dt.Mangkuto Alam, Ir.Nazran, Firman Arif, Muslim Nur, Eriza Putra, Syamsir Aziz, H.Basnil, Antoni Gunawan, H.Cadinal Putra, Harisjon dan Khalid.
PDA Padang Pariaman priode 2022-2027 yang diperkenalkan oleh PDA Sumbar Dr.Syur’aini, M.Ag ini, diketuai Yendranita, S.Ag, didampingi Wakil Ketua Dra.Armainar, Jurina, S.Ag, Rosliani, Nelriwati, S.Pd. Sekretaris Elia Munanwari, SKM, M.Kes didampingi Wakil Sekretaris Desnilawati, S.PdI, Bendahara dipegang Rospida Nurdin, S.Pd dengan Wakil Bendahara Yusnidar Darwis.
Untuk Ketua Majelis Tabligh dan Tarjih Syafridawati, Ketua Majelis PAUD, Dasar dan Menengah Ali Gustika Yetri, S.Pd, Ketua Majelis Kesehatan Mimi Suharti, S.Tr.Keb, Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial A A Kartina, Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Oktarina, Ketua Majelis Hukum dan HAM Zulhelma, S.Ag, MM, Ketua Majelis Kader Agustina, S.Ag.
Sedangkan Ketua Lembaga Budaya Seni dan Olah Raga Ayu Fajriani, S.Pd dan Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Dra.Hj.Rohana Abdullah. (ssc).







