Gugur di Tengah Amanah Pilwana, Kisah ‘Anon’ Getarkan Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu

Padang Pariaman – Innalillahi wainna ilaihiraji’un,Kabar duka itu datang begitu cepat, memukul siapa saja yang mengenalnya. Makmur, S.Pd yang akrab disapa Anon, menghembuskan napas terakhir di tengah pengabdiannya sebagai Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Sungai Sirah Kuranji Hulu (SSKH), Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Sosok yang dikenal tenang dan pekerja keras itu pergi saat tanggung jawab negara masih erat di pundaknya.Beberapa jam sebelum kabar duka menyebar, komunikasi terakhir justru terasa begitu sederhana.

Anon sempat mengeluhkan kelelahan usai bolak-balik mengurus tahapan pemilihan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Ia bahkan masih mengajak seorang sahabat lamanya untuk sekadar berbincang dan minum kopi siang, seolah ingin melepas penat dari padatnya tugas.

Namun takdir berkata lain. Rencana pertemuan itu tak pernah terjadi. Di tengah rapat penetapan bakal calon wali nagari, kondisi Anon mendadak menurun.

Ia mengalami kelelahan hebat hingga muntah, sebelum akhirnya dilarikan menuju RSUD Pariaman. Di perjalanan, tepatnya di kawasan Simpang Limun, kondisinya kian kritis hingga tak sadarkan diri.

Kepergian Anon meninggalkan luka mendalam, terutama bagi mereka yang tumbuh bersamanya. Ia bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat sejak kecil. Dari bangku SD di Koto Bangko, berlanjut ke SMP Negeri 1 Sungai Geringging, hingga masa remaja yang dihabiskan bersama di Padang. Alkisah kebersamaan itu terajut panjang dan penuh kenangan.

Perjalanan hidupnya pun diwarnai dedikasi di dunia pendidikan. Ia menempuh studi di IKIP Padang dan mengabdikan diri hingga menjadi Kepala SMP Negeri 3 di kampung halamannya.

Peran itu bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan jiwa untuk membangun generasi muda di tanah kelahirannya.

Tak hanya di sekolah, Anon juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia pernah terlibat dalam Karang Taruna hingga meraih prestasi tingkat kabupaten dan provinsi.

Di nagari, ia juga dipercaya memegang peran strategis dalam lembaga kemasyarakatan. Bagi warga Sungai Sirah Kuranji Hulu, Anon adalah simbol pengabdian yang tak banyak bicara, tetapi bekerja nyata.

Kini, kepergiannya menjadi catatan sunyi yang menggema kuat. Amanah yang ia jalankan hingga titik terakhir menjadi saksi dedikasinya untuk nagari. Doa pun mengalir, mengiringi langkahnya menuju keabadian.

Semoga segala lelahnya menjadi amal ibadah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi kehilangan yang begitu dalam.(bay).