Kota Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat selenggarakan peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke XXX di halaman Balaikota, Selasa (28/4/2026) dengan upacara itu tampak khidmat. Namun di balik barisan rapi Aparatur Sipil Negara (ASN), ada pesan yang lebih tajam dari sekadar seremoni.
Otonomi daerah tak boleh lagi berhenti pada slogan. Kota Pariaman seakan diingatkan bahwa rakyat menunggu bukti, bukan sekadar pidato.
Wali Kota Yota Balad berdiri sebagai inspektur upacara, mengingatkan bahwa otonomi bukan hanya pelimpahan kewenangan dari pusat, tetapi amanah besar yang menuntut keberanian berinovasi dan mempercepat pelayanan publik.
Namun sorotan tak berhenti di sana. Amanat dari Tito Karnavian yang dibacakan menampar realitas nasional. Ratusan daerah masih bergantung pada dana pusat.
Di tengah semangat desentralisasi, fakta ini menjadi ironi yang tak bisa lagi ditutup-tutupi.Tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” yang diusung tahun ini terdengar optimistis. Tapi publik tahu, tema hanyalah awal.
Yang diuji adalah bagaimana daerah mampu mengelola potensi sendiri, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah tanpa membebani masyarakat, dan keluar dari bayang-bayang ketergantungan fiskal.
Di sisi lain, angka-angka yang disampaikan pemerintah pusat memberi gambaran keras. Jutaan ton sampah belum terkelola, ketimpangan masih terasa, dan inflasi terus jadi ancaman. Otonomi daerah, dalam konteks ini, bukan lagi pilihan. Melainkan medan ujian bagi kepala daerah untuk benar-benar bekerja.
Yota Balad menegaskan pentingnya digitalisasi pelayanan publik dan peningkatan kompetensi aparatur. Ia mendorong birokrasi yang lebih lincah, transparan, dan akuntabel. Tapi masyarakat tentu akan menilai dari hasil, bukan rencana dari perubahan nyata, bukan janji berulang.
Upacara itu juga dihadiri Wakil Wali Kota (Wawako) Mulyadi, Sekdako Afrizal Azhar, jajaran Forkopimda, hingga berbagai organisasi perempuan dan perangkat daerah. Kehadiran lengkap itu menjadi simbol kekuatan kolektif. Namun sekaligus pengingat, tanggung jawab besar kini ada di pundak mereka semua.(mak).






