banner sidebar
banner sidebar

Yota Balad Geser 52 ASN Perkuat Strategi Kerja Pemko Pariaman

Kota Pariaman – Di Aula Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, Kamis sore (30/4/2026), suasana terasa lebih tegang dari biasanya. Tanpa banyak seremoni berlebihan, sebanyak 52 aparatur sipil negara resmi dilantik dan dimutasi.

Di balik senyum formal yang terpancar, publik menangkap satu pesan kuat. Pergeseran ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, tapi sinyal perubahan arah pemerintahan.

Wali Kota (Wako) Yota Balad memimpin langsung pelantikan tersebut. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa mutasi bukan ajang bagi-bagi jabatan.

Ia menyebutnya sebagai langkah penyegaran untuk mendongkrak kinerja organisasi. Namun di saat yang sama, pernyataan itu juga seperti menyentil. Bahwa ada yang perlu dibenahi dalam tubuh birokrasi saat ini.

Menurut Yota Balad, jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang sarat tanggung jawab.

Ia mengingatkan para pejabat yang dilantik agar tidak terlena dengan status baru. “Ini bukan hadiah, tapi beban kerja yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Wako Yota Balad dalam pesan yang tersirat dari sambutannya.

Mutasi ini mencakup berbagai level strategis, mulai dari pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Administrator (Eselon III), hingga Pengawas (Eselon IV) dan pejabat fungsional.

Sebuah komposisi yang menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi menyasar hingga ke struktur yang lebih dalam.

Untuk posisi Eselon II, tiga nama utama muncul ke permukaan. Ahadi Nugraha sebagai Kepala DPMD, Deki Asar menduduki Kepala DPUPRP, Muhammad Arif Gunawan menjabat Kepala Dinas PERKIMLH,

Pergantian di level ini tentu menjadi sorotan karena berhubungan langsung dengan kebijakan strategis daerah.

Di level Administrator, sejumlah nama seperti Delri Soni Kabid Pelayanan Kesehatan, dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes, M.Farid Marwan Sekretaris Dinsos, dan Riko Jamal Sekretaris Dinas PERKIMLH.

Sementara di level Pengawas, puluhan pejabat baru juga dipercaya mengisi posisi penting di lini pelayanan publik, termasuk para lurah dan sekretaris kelurahan.

Tak kalah penting, 11 pejabat fungsional turut diangkat, di antaranya tenaga medis dan analis SDM. Nama-nama seperti Wiko Wicaksono dan Anggi Setiawan sebagai Dokter Ahli Pertama RSUD Sadikin.

Kemudian, An Rizky Musviza, sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama BKPSDM, Dina Harindah sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama BKPSDM.

Ini merupakan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pelayanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Yota Balad menutup sambutannya dengan pesan tegas. Inovasi bukan pilihan, melainkan keharusan. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi berani menghadirkan terobosan.

Di tengah dinamika birokrasi yang kerap lambat, pesan ini terdengar seperti peringatan. Bahwa yang tidak mampu beradaptasi, siap-siap tertinggal.(mak).