Padang  

Inflasi Kota Padang Turun Tajam Jadi 1,97 Persen Jelang Idul Adha 2026

Angka Inflasi Di Kota Padang Turun Signifikan Jelang Idul Adha 2026.
Angka Inflasi Di Kota Padang Turun Signifikan Jelang Idul Adha 2026.

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat langkah dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Upaya tersebut menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dengan menurunnya tingkat inflasi di Kota Padang secara signifikan.

Berdasarkan data terbaru pada April 2026, inflasi tahunan (year-on-year) Kota Padang tercatat berada di angka 1,97 persen. Capaian ini mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di level 3,3 persen.

Angka tersebut juga sejalan dengan target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

Informasi mengenai penurunan inflasi ini disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Padang, pada Selasa (12/5/2026).

Kepala Bagian Perekonomian dan PSDA Setdako Padang, Indra Noveri, menjelaskan bahwa Pemko Padang menjalankan empat strategi utama dalam pengendalian inflasi di daerah.

Pertama, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di 104 kelurahan di Kota Padang dengan dukungan Bulog dan Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Kedua, sistem pemantauan harga secara harian yang dilakukan di sembilan pasar utama. Data harga tersebut diperbarui secara real time oleh petugas di lapangan.

“Masyarakat juga bisa mengakses informasi perkembangan harga ini secara terbuka melalui aplikasi Padang Mobile, Sidingdang, serta aplikasi dari Kementerian Pangan,” ujarnya.

Ketiga, Pemko Padang memperkuat komunikasi publik melalui sosialisasi rutin agar masyarakat mengetahui kondisi harga terkini, sehingga ekspektasi pasar tetap stabil.

Keempat, pemberian subsidi transportasi melalui operasional Trans Padang di enam koridor tetap dijalankan untuk menjaga biaya distribusi dan logistik tetap terkendali.

Selain itu, Pemko Padang juga telah menggelar HLM TPID pada 7 Mei 2026 di Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota Padang. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, Forkopimda, serta seluruh OPD dan camat.

“Dari hasil pembahasan, kondisi ketersediaan pangan di Kota Padang masih aman. Kami siap menghadapi Idul Adha,” kata Indra.

Tidak hanya fokus pada pangan, pemerintah daerah juga terus memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi seperti Minyakita, BBM, dan LPG agar distribusinya tetap lancar di masyarakat.(des*)