Yota Balad Sidak Sorot Wajah Pelayanan Publik Kota Pariaman

Kota Pariaman – Suasana Kantor Bersama Wali Kota Pariaman di Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan mendadak berubah tegang ketika Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Yota Balad, melakukan inspeksi mendadak, Jum’at (13/2/2026). Tanpa seremoni berlebihan, sidak tersebut langsung menyasar denyut nadi pelayanan publik yang setiap hari menjadi harapan masyarakat.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Pariaman itu memantik perhatian pegawai sekaligus masyarakat yang tengah mengurus berbagai dokumen penting.

Sorotan tajam Yota Balad tertuju pada sejumlah fasilitas yang dinilai mulai mengalami kerusakan. Beberapa bagian bangunan terlihat kurang terawat, bahkan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wajah nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan kepastian dan kecepatan layanan,” tegasnya.

Di kompleks tersebut, bernaung berbagai instansi strategis yang menjadi pusat layanan administrasi masyarakat, mulai dari DPMPTSP dan Naker, Dinas Sosial, Disdukcapil, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Mall Pelayanan Publik Kota Pariaman.

Setiap sudut ruangan yang dikunjungi tidak luput dari pengamatan detail Yota Balad, yang ingin memastikan seluruh pelayanan berjalan efektif, transparan, dan manusiawi.

Langkah sidak ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Pariaman tidak ingin membiarkan pelayanan publik berjalan seadanya.

Yota Balad tampak berdialog langsung dengan pegawai maupun masyarakat, mendengarkan keluhan serta masukan secara terbuka.

“Kualitas pelayanan harus selalu dievaluasi agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang,” tuturnya menilai.

Dalam peninjauan tersebut, Yota Balad menegaskan bahwa fasilitas yang rusak akan segera diperbaiki. Ia menilai kenyamanan masyarakat saat mengurus dokumen administrasi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah.

Perbaikan sarana dan prasarana diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan publik terhadap birokrasi.

Tidak hanya menyoroti kondisi fisik bangunan, ia juga menekankan pentingnya sikap ramah, responsif, dan profesional dari aparatur pelayanan.

Menurutnya, pelayanan publik harus memberikan pengalaman yang memudahkan masyarakat, bukan justru menambah beban atau memperpanjang proses administrasi.

Sidak tersebut menjadi pesan tegas bahwa reformasi pelayanan publik di Kota Pariaman bukan sekadar slogan. Yota Balad ingin memastikan masyarakat merasakan langsung perubahan nyata.

Pemerintah, tegasnya, harus hadir dengan pelayanan cepat, fasilitas layak, serta komitmen kuat dalam memberikan kepastian bagi setiap warga yang membutuhkan layanan administrasi.(mak).