Vakum Cukup Lama! MTQ Pariaman Hidup Kembali Dukung Program RISALAH Satu Rumah Satu Hafiz

Kota Pariaman – Langkah Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2026 bukan lagi sekadar agenda tahunan seremonial.

Di balik rapat koordinasi (Rakor) yang digelar di ruang Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Selasa (18/5/2026), tersimpan ambisi besar membentuk generasi Qur’ani yang disebut-sebut menjadi pondasi masa depan daerah pesisir itu.

Wawako Pariaman, Mulyadi, bahkan secara terbuka meminta pelaksanaan MTQ tahun ini tampil berbeda. Ia tak ingin panggung tilawah hanya dipenuhi gema suara merdu tanpa meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, MTQ harus menjadi gerakan moral yang menyentuh rumah-rumah warga hingga melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an di setiap keluarga.

“Kalau bisa dikemas dengan konsep berbeda,” tegas Mulyadi di hadapan peserta rakor. Ia menyinggung program unggulan “Pariaman Risalah” yang menitikberatkan pembangunan karakter beriman, saleh, dan berakhlak.

Program “satu rumah satu hafiz” pun kembali digaungkan sebagai cita-cita besar yang ingin diwujudkan pemerintah daerah di tengah tantangan sosial generasi muda saat ini.

Di tengah waktu persiapan yang terbilang singkat, suasana rapat berlangsung serius. Para camat diminta bergerak cepat mencari dan mempersiapkan kafilah terbaik di wilayah masing-masing.

Pembinaan peserta untuk seluruh cabang lomba diminta tidak dilakukan setengah hati.

Pemerintah tampaknya tak ingin MTQ hanya menjadi perlombaan rutin tanpa kualitas dan regenerasi yang jelas.

Rakor itu dipimpin langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Candra, yang juga menjabat Ketua II LPTQ Kota Pariaman. Hadir pula jajaran pengurus LPTQ, Kementerian Agama Kota Pariaman, serta seluruh camat se-Kota Pariaman.

Pertemuan tersebut menjadi titik awal konsolidasi besar menjelang pelaksanaan MTQ di empat kecamatan berbeda sepanjang Juli mendatang.

Jadwal pelaksanaan MTQ sendiri telah ditetapkan bergilir. Kecamatan Pariaman Tengah menjadi pembuka pada 6 hingga 8 Juli 2026.

Setelah itu disusul Pariaman Utara pada 10 sampai 12 Juli, Pariaman Selatan pada 17 hingga 19 Juli, dan ditutup Pariaman Timur pada 24 sampai 26 Juli 2026.

Pemerintah berharap pelaksanaan bertahap ini mampu memaksimalkan pembinaan sekaligus memancing antusiasme masyarakat di setiap kecamatan.

Bagi Pemerintah Kota Pariaman, MTQ bukan hanya soal perebutan juara. Ajang ini diposisikan sebagai panggung syiar Islam sekaligus alat memperkuat persatuan sosial masyarakat.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, Pariaman tampaknya sedang mengirim pesan tegas. Membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga harus dimulai dari membangun akhlak dan menjaga cahaya Al-Qur’an tetap hidup di setiap rumah.(mak).