Kota Pariaman – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tak lagi bisa ditunda. Di tengah meningkatnya ancaman penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung hingga stroke, Pemerintah Kota Pariaman bersama Komisi IX DPR RI mendorong warga bergerak lebih cepat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dipadukan dengan Program Periksa Kesehatan Gratis (PKG). Program itu resmi disosialisasikan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (6/8/2026).
Di hadapan peserta, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menegaskan kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dijamin negara. Pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan agar masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, tidak lagi terkendala biaya maupun pelayanan.
Menurutnya, program PKG menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan setiap warga memperoleh pemeriksaan kesehatan secara mudah, layak, dan terjangkau.
Ade juga mengungkapkan capaian yang menjadi modal penting bagi Kota Pariaman. Pada pelaksanaan PKG tahun 2025, kota tersebut berhasil masuk lima besar di Sumatera Barat dalam tingkat partisipasi masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.
Capaian itu dinilai mencerminkan tingginya kesadaran warga untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
Ia menegaskan, Program Periksa Kesehatan Gratis merupakan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang harus dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Warga cukup membawa KTP untuk mendapatkan layanan pemeriksaan di puskesmas tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau mencari layanan hingga ke luar daerah, bahkan ke luar negeri.
Ade mengingatkan bahwa kesehatan bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, dan kebiasaan berolahraga secara rutin.
Senada dengan itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengingatkan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama kehidupan. Menurutnya, aktivitas, produktivitas, hingga kesejahteraan ekonomi akan sulit dicapai jika masyarakat mengabaikan kondisi kesehatannya.
Ia mengajak seluruh warga memanfaatkan Program Periksa Kesehatan Gratis sebagai langkah preventif untuk mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.
Yota Balad menilai ancaman penyakit kronis kini semakin nyata dan terus meningkat di tengah masyarakat. Hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga stroke menjadi penyebab utama kondisi darurat medis yang sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin memeriksakan kesehatan.
Pemerintah Kota Pariaman, katanya, berkomitmen menekan angka kasus tersebut melalui penguatan edukasi, pelayanan kesehatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak menunggu gejala berat baru mencari pengobatan.
Komitmen itu, lanjut Yota Balad, diperkuat dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Pariaman yang telah mencapai 98,8 persen dan selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Cakupan jaminan kesehatan tersebut diharapkan memastikan seluruh warga, terutama masyarakat kurang mampu, memperoleh perlindungan layanan kesehatan secara menyeluruh.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Germas sebagai budaya hidup sehari-hari, karena investasi kesehatan terbaik bukan dimulai saat sakit datang, melainkan dari kebiasaan hidup sehat yang dilakukan sejak sekarang.(mak).







