Kuala Kapuas, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong digitalisasi pembayaran. Langkah tersebut ditandai dengan Rapat Koordinasi Evaluasi PAD Tahun Anggaran 2026 dan peluncuran QRIS untuk pembayaran retribusi daerah di Aula Tingang Menteng Kantor Bupati Kapuas, Senin (21/9/2026).
Rapat dipimpin Bupati Kapuas, Ketua Komisi II DPRD Kapuas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah, para camat, instansi vertikal, perbankan, serta jajaran perangkat daerah.
Bupati Kapuas menyampaikan, hingga Agustus 2026 realisasi PAD mencapai Rp1,019 triliun atau 57,85 persen dari target Rp2,035 triliun. Sementara PAD murni terealisasi Rp138,049 miliar atau 50,41 persen dari target Rp273,885 miliar.
Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk mempercepat penerimaan PAD hingga akhir tahun.
“Ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum strategis untuk memperkuat pengawasan, pengendalian, dan menggali potensi pendapatan daerah di setiap kecamatan,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Kapuas resmi meluncurkan QRIS Sekretariat Daerah, QRIS Retribusi Parkir, QRIS Retribusi Rusun, dan QRIS Retribusi Khusus Perkimtan.
Digitalisasi pembayaran ini diharapkan membuat transaksi retribusi lebih cepat, mudah, transparan, dan akurat sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan daerah.
Bupati menekankan tiga hal utama, yakni memperketat pengawasan pendapatan, memastikan tidak terjadi kebocoran penerimaan, serta mengoptimalkan sistem pembayaran elektronik agar seluruh transaksi tercatat secara transparan dan akuntabel.
Pemkab Kapuas juga mendorong kecamatan, kelurahan, dan desa untuk lebih aktif menyosialisasikan serta melakukan penagihan pajak dan retribusi. Masyarakat nantinya dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran, mulai dari teller bank, ATM, EDC, mobile banking, hingga sistem pembayaran digital lainnya.
“Digitalisasi retribusi diharapkan mampu memperkuat PAD yang pada akhirnya kembali kepada masyarakat melalui peningkatan pembangunan dan pelayanan publik,” pungkasnya. (FJR)







