Jakarta — Pemerintah menilai pembangunan industri etanol dalam skala besar berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedikitnya 8 juta pekerjaan permanen diproyeksikan dapat tercipta dari pengembangan sektor tersebut.
Program pengembangan etanol saat ini menjadi salah satu agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Produksi bahan bakar berbasis etanol diharapkan mampu menekan kebutuhan impor sekaligus mendorong pemanfaatan komoditas pertanian dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, perluasan industri etanol tidak hanya berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga membuka kesempatan kerja dalam jumlah besar.
Menurutnya, apabila program tersebut berjalan sesuai rencana, sekitar 8 juta tenaga kerja dapat terserap dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan industri etanol.
Pemerintah juga menyiapkan kebutuhan lahan untuk menunjang produksi bahan baku. Amran menyampaikan, sekitar 1 hingga 2 juta hektare lahan baru akan disiapkan untuk pengembangan singkong, tebu, dan jagung yang menjadi komoditas utama bahan baku etanol.
Lahan tersebut diproyeksikan mendukung pencapaian produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2029. Untuk merealisasikannya, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyediaan dan konsolidasi lahan.
Amran mengatakan pembangunan fasilitas pengolahan etanol juga akan dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan pengembangan industri tersebut terus berlanjut hingga penerapan E50 dalam jangka panjang.
Ia memperkirakan kombinasi penggunaan B50 dan E50 nantinya dapat memberikan penghematan devisa hingga sekitar US$30 miliar atau kurang lebih Rp500 triliun setiap tahun, apabila seluruh target berhasil diwujudkan.
Dalam skema pembiayaannya, pemerintah menyiapkan pola kerja sama antara badan usaha milik negara dan pihak swasta. Porsi pendanaan diproyeksikan sebesar 30 persen berasal dari BUMN, sementara 70 persen lainnya ditanggung sektor swasta.
Amran menambahkan, pemerintah akan berperan dalam menyiapkan lahan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap investasi swasta. Dengan dukungan tersebut, pembangunan industri etanol diharapkan dapat dilakukan secara masif sekaligus memperkuat ketahanan energi dan perekonomian nasional.(BY)







