Kota Pariaman – Pertemuan itu tak sekadar silaturahmi biasa. Di sebuah sudut Desa Naras I, Kecamatan Pariaman Utara, Kamis (2/4/2026), percakapan hangat antara Yota Balad, Mulyadi, dan Arcandra Tahar menjelma menjadi ruang refleksi sekaligus sinyal arah masa depan Kota Pariaman.
Dengan nada santai namun sarat makna, Arcandra menyebut pertemuan itu sebagai obrolan “kakak-adik sekampung.”
Tapi di balik kesederhanaan itu, terselip pesan kuat tentang tanggung jawab kepemimpinan. Baginya, kedekatan emosional justru menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang tak hanya maju, tapi juga berkarakter.
Di hadapan dua pucuk pimpinan daerah itu, pria kelahiran Pariaman 10 Oktober 1970 tersebut tak menutupi harapannya. Ia ingin Kota Pariaman melaju lebih cepat, lebih berani, dan lebih berdampak.
Program-program yang sudah berjalan, menurutnya, harus benar-benar menyentuh denyut kehidupan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Semoga masyarakat benar-benar merasakan apa yang telah diperbuat pemerintah,” tegasnya, menggarisbawahi bahwa ukuran keberhasilan bukan hanya pada perencanaan, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan warga.
Arcandra juga memberi catatan penting: wajah Kota Pariaman hari ini sudah berada di jalur yang tepat. Kebersihan, ketertiban, dan tata kota dinilai cukup baik.
Namun, ia mengingatkan, mempertahankan itu jauh lebih sulit daripada mencapainya. Terutama di sektor pariwisata pantai yang dinilai masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal.
“Pantai adalah wajah kita. Jika dijaga dan dikelola dengan serius, itu bisa menjadi magnet ekonomi,” ujarnya, memberi penekanan bahwa keindahan alam harus diiringi konsistensi dalam pengelolaan.
Sementara itu, Yota Balad tak menampik bahwa pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk menyerap pengalaman dan wawasan.
Ia bersama Mulyadi, menurutnya, tidak ingin berjalan sendiri dalam memimpin, melainkan membuka ruang bagi masukan, termasuk dari tokoh nasional seperti Arcandra.
“Kami butuh bimbingan dan arahan agar bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ucap Yota, menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari kemauan untuk terus belajar dan mendengar.
Pertemuan yang turut dihadiri Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD dan Asisten I Setdako Pariaman Elfis Candra itu, pada akhirnya bukan sekadar ajang temu kangen.
Ia menjelma menjadi simpul harapan. Sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh perantau bisa menjadi energi baru, mendorong Pariaman melesat sebagai kota yang tak hanya indah, tetapi juga berdaya saing di pentas yang lebih luas.(mak)






