Bupati Padang Pariaman Ikut Goro Bersih-Bersih Arena Usai Riuh Gempita Event Pacu Kuda 2025

Padang Pariaman — Sore jelang senja mulai turun menyimuti kawasan Arena Pacuan Kuda Duku Banyak, Balah Aie, VII Koto, Padang Pariaman, Sumatera Barat, namun semangat masih membekas di tengah lapangan yang mulai lengang.

Di antara sisa euforia ribuan penonton Pacu Kuda Bupati Padang Pariaman Cup 2025, tampak sosok tak biasa menyingsingkan lengan baju dan memungut sampah plastik yang berserakan. Ia adalah Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA).

Minggu sore, 6 April 2025, hanya beberapa jam setelah event ditutup secara resmi, Ajo JKA begitu sapaan akrabnya, memilih turun langsung ke lapangan, bukan untuk seremoni lanjutan.

Melainkan, ia menunjukkan aksi nyata turun tangan membersihkan arena dari limbah dan sisa makanan bersama panitia pelaksana lainnya.

“Inilah bentuk nyata kepedulian kita terhadap kebersihan, keindahan, dan keamanan lingkungan. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi, dan kalau tidak sore ini, kapan lagi..?” ucap Ajo JKA sambil mengangkat bungkus plastik dari rerumputan memasukan ke kantong besar besar berwarna hitam itu.

Event Pacu Kuda yang sempat mati suri selama delapan tahun ini telah bangkit megah. Dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan ditutup oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono.

Event Pacu Kuda tahun 2025 ini berhasil menyedot pengunjung lebih dari 40 ribu penonton dari berbagai daerah. Bahkan, dari luar provinsi seperti Aceh, Riau, hingga Jakarta.

Lagi, gelaran ini merupakan salah satu dari sekian Visi Misi pasangan JKA-Rahmat sebagai Bupati dan Wabup Padang Pariaman periode 2025-2030 yang harus dipenuhi dalam rangka 100 hari kerja kepemimpinannya.

Tak hanya menjadi pesta budaya dan hiburan, event ini juga menggerakkan sektor ekonomi kreatif dengan nilai transaksi yang diperkirakan melampaui Rp4 miliar.

Namun di balik keberhasilan besar tersebut, Bupati JKA – Wabup Rahmat ingin menyampaikan pesan penting bahwa kebersihan dan kepedulian lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah.

“Budaya bersih adalah ajaran agama, bagian dari iman. Kalau ini bisa kita jadikan rutinitas di rumah, kantor, dan nagari, maka Padang Pariaman akan semakin layak huni dan membanggakan untuk daerah,” terang JKA

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan aksi bersih-bersih sebagai kebiasaan harian, bukan sekadar seremoni pasca-event. Gotong royong, menurutnya, adalah kunci membangun daerah dengan rasa memiliki dan kebersamaan yang berkemajuan.

Langkah sederhana yang ia lakukan sore itu bukan hanya tentang sampah. Tapi tentang teladan. Tentang semangat memulai perubahan dari diri sendiri.

Karena bagi Bupati JKA – Wabup Rahmat Hidayat, membangun Padang Pariaman yang Maju dan Sejahtera (MERATA), bukan hanya soal infrastruktur dan angka statistik saja.

Tetapi juga menyemai nilai-nilai etika dan estetika, menumbuhkan budaya, dan menyatukan langkah dalam tindakan nyata. Sehingga Padang Pariaman Maju dan Sejahtera Lebih Baik kedepannya. (*).