“Pemerintah daerah melalui Disdik telah mengalokasikan anggaran yang cukup untuk sosialisasi ini dengan maksud meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran,” ujar Halikinnor. “Anggaran tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Halikinnor juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat cepat, serta perubahan pola pikir dan pola hidup masyarakat dunia. Oleh karena itu, ia berpesan kepada semua yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kemampuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.
“Guru merupakan ujung tombak dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu bertahan dengan budaya dan kearifan lokal, serta berkompetisi secara global,” tambah Halikinnor. “Keberhasilan bangsa dalam bersaing di kancah dunia sangat bergantung pada investasi di bidang pendidikan.”
Sosialisasi ini diharapkan dapat membuat pengelolaan dana BOSP tahun ini dan selanjutnya semakin baik dan akuntabel, berdampak pada perbaikan kualitas layanan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kotim, Pemkab Kotim juga mengalokasikan anggaran pendamping BOSP berupa Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa).
“BOSP menjadi isu yang sangat strategis. Saya berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik sehingga penggunaan dana BOSP di Kotim semakin baik dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan,” pungkas Halikinnor. (audy)







