Blog  

Pengakuan Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Karmila; Keluarga Saya Disapu Banjir

Beginilah kondii rumah yang direndam lumpur dampak banjir lahar dingin, Sabtu (11/5/2024) kemarin. (ist)
Beginilah kondii rumah yang direndam lumpur dampak banjir lahar dingin, Sabtu (11/5/2024) kemarin. (ist)

Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, menjadi saksi bisu kepedihan yang mendalam. Ia menceritakan bahwa saat banjir lahar dingin Gunung Marapi melanda, ia berada di rumahnya beberapa meter dari rumah ibunya. Sedangkan rumah ibunya berada dekat dengan aliran sungai yang menjadi jalur banjir.

“Banjir terjadi, ibu saya bersama adik saya berada di rumahnya yang dekat mushalla. Sementara itu, anak dan keponakan saya sedang rapat bersama pengurus di dalam mushalla,” ujarnya, Senin (13/5/2024).

Pukul 20.00 WIB, arus air semakin membesar dan meluap ke jalan. “Anak saya langsung pulang bersama keponakan, tapi ke rumah ibu saya. Tapi tak lama kemudian, rumah ibu saya terseret banjir,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Banjir yang ganas membuat Karmila dan keluarganya tak bisa keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Setelah banjir surut, Karmila berusaha mencari informasi tentang keluarganya. Namun, apa yang ditemukannya sungguh memilukan.

“Alhamdulillah adik dan anak saya berhasil diselamatkan oleh warga, tapi ibu dan keponakan saya tak beruntung. Mereka tersapu banjir,” katanya dengan suara gemetar.

Jasad ibu Karmila ditemukan pada pukul 01.00 WIB oleh tim penyelamat, sementara keponakannya ditemukan pada pukul 08.00 WIB keesokan harinya. Adik dan anaknya saat ini sedang menjalani perawatan di puskesmas karena luka-luka yang diderita.