Padang, fajarsumbar.com – Banjir lahar dingin yang menerjang Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), meninggalkan luka yang amat dalam bagi warga yang terdampak di beberapa kecamatan di sekitar Gunung Marapi dan Gunung Singgalang.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu (11/5/2024) malam itu merenggut 37 nyawa dan masih belasan orang hilang. Puluhan rumah terbawa derasnya arus, serta lahan pertanian yang luas menjadi korban keganasan alam.
Namun, di balik angka-angka yang mengejutkan itu, ada kisah pilu yang memilukan hati. Karmila, salah seorang korban yang terdampak banjir tersebut, berbagi cerita kepada awak media. Ia menceritakan pada Sabtu malam itu, Karmila kehilangan dua orang yang dicintainya. Ibu dan ponakannya tersapu arus banjir yang mengamuk.






