Solsel  

Bangun Ruang Rawat RSUD Batang Sangir, Pemkab Solsel Minta Perusahaan Sawit Patungan

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengajak lima perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Solok Selatan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di RSUD Batang Sangir
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengajak lima perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Solok Selatan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di RSUD Batang Sangir
Solsel, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengajak lima perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Solok Selatan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di RSUD Batang Sangir. Rencananya, pembangunan fasilitas yang akan dilakukan berupa ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.

Bupati Solok Solsel H. Khairunas mengatakan pengajuan proposal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk pembangunan daerah dengan melibatkan pihak ketiga. Sebab, perusahaan ini telah beroperasi lama di Solok Selatan dengan wilayah perkebunan berdekatan dengan Rumah Sakit Batang Sangir.

“Nilai proposal yang kami ajukan sebesar Rp7,34 miliar. Alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan komitmen dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan pembangunan dalam bentuk dana hibah kepada pemerintah kabupaten,” kata Khairunas usai pertemuan dengan perusahaan dan kunjungan ke RSUD Batang Sangir, Selasa (3/11/2026).

Kelima perusahaan yang dimaksud antara lain PT Kencana Sawit Indonesia (KSI) bagian dari Wilma Group, PT Tidar Kerinci Agung (TKA) bagian dari Asian Agri, PTPN IV Regional IV, serta PT BPSJ (Binapratama Sakatojaya) dan PT Sumatera Jaya Agro Lestari (SJAL) yang merupakan bagian dari Incasi Raya Group.

Saat ini pemerintah kabupaten telah mencapai kesepakatan dengan seluruh perusahaan. Rencananya dalam Waktu 10 hari ke depan akan dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara kedua belah pihak untuk melanggengkan kesepakatan tersebut.

Anggaran yang akan diberikan oleh perusahaan akan berupa dana hibah yang akan disetorkan pada kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok Selatan tahun anggaran 2027. Rencana pembangunan pun nantinya akan dilakukan pada tahun depan.

Rencana pembangunan yang akan dilakukan berupa pembangunan tujuh ruang rawat inap dengan empat tempat tidur dan satu ruang isolasi dengan dua tempat tidur.

“Jadi kalau pembangunan ini berjalan lancar, insyaallah RSUD Batang Sangir akan mendapatkan delapan ruang rawat baru dengan 30 tempat tidur,” terang Khairunas.

Pemerintah kabupaten terus memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Batang Sangir saat ini terus meningkat. Saat ini rumah sakit tersebut telah memiliki sekitar 50 tempat tidur di ruang rawat inap

Sementara itu, saat ini juga tengah dilakukan pembangunan ruang rawat inap untuk 12 tempat tidur tambahan yang bersumber dari dana APBD sebesar Rp 3,99 miliar.

Bersamaan dengan itu juga dilakukan pembangunan ruang medical check up yang juga bersumber dari APBD senilai Rp 2,68 miliar. (sdw)