Sport  

6 Pembalap Tim Satelit yang Berhasil Merebut Gelar Juara Dunia MotoGP

Jorge Martin jadi juara MotoGP 2024 bersama Pramac Ducati.
Jorge Martin jadi juara MotoGP 2024 bersama Pramac Ducati.

Fajarharapan.id – Gelar juara dunia di kelas utama MotoGP selama ini memang lebih sering dikaitkan dengan pembalap tim pabrikan. Dukungan teknis, pengembangan motor, hingga akses terhadap teknologi terbaru membuat rider dari tim pabrikan kerap menjadi unggulan dalam perebutan titel.

Meski demikian, perjalanan sejarah Grand Prix membuktikan bahwa pembalap dari tim independen juga mampu menembus dominasi tersebut. Sejumlah rider bahkan berhasil menjadi juara dunia ketika membela tim satelit dengan sumber daya yang tidak sebesar tim pabrikan.

Tercatat ada enam pembalap yang mampu menorehkan prestasi tersebut. Berikut daftarnya:

1. Jorge Martin

Jorge Martin menjadi pembalap tim satelit yang berhasil merebut gelar juara dunia di era MotoGP modern. Prestasi itu diraihnya pada musim 2024 ketika memperkuat Prima Pramac Racing dengan motor Ducati Desmosedici GP24.

Martin tampil konsisten sepanjang musim dan mampu mengakhiri persaingan di atas Francesco Bagnaia yang saat itu menjadi andalan utama Ducati Lenovo Team.

Kesuksesan tersebut sekaligus membuktikan bahwa tim satelit tetap mampu bersaing dalam perebutan titel ketika mendapatkan paket motor yang kompetitif. Setelah meninggalkan Pramac, Martin melanjutkan karier bersama Aprilia Racing.

2. Valentino Rossi

Nama Valentino Rossi tentu tidak bisa dilewatkan ketika membahas pembalap yang pernah menjadi juara dunia dari tim nonpabrikan. Pada 2001, Rossi memperkuat Nastro Azzurro Honda dan berhasil merebut titel kelas premier.

Musim tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier The Doctor. Rossi tampil dominan dengan meraih 11 kemenangan dan mengoleksi 325 poin.

Ia mampu mengungguli sejumlah pembalap dari tim pabrikan, termasuk Alex Criville dan Tohru Ukawa. Gelar itu menjadi titel pertamanya di kelas premier sebelum kemudian mendominasi MotoGP pada tahun-tahun berikutnya.

3. Eddie Lawson

Eddie Lawson juga masuk dalam daftar pembalap yang berhasil mengangkat tim independen ke puncak kelas 500 cc. Pada 1989, rider asal Amerika Serikat itu tampil bersama Rothmans Honda yang dioperasikan Kanemoto Racing.

Meski bukan bagian dari skuad utama pabrikan Honda, Lawson mampu menunjukkan performa yang sangat kompetitif. Dukungan tim yang relatif kecil tidak menghalanginya bersaing dengan pembalap pabrikan.

Lawson akhirnya mengamankan gelar dunia setelah mengungguli para pembalap Honda lainnya, termasuk Wayne Gardner dan Mick Doohan.

4. Franco Uncini

Franco Uncini mencatatkan namanya dalam sejarah pada musim 1982. Pembalap Italia tersebut memperkuat Gallina Suzuki dan mengendarai Suzuki RG500 di kelas 500 cc.

Uncini tampil konsisten sepanjang kejuaraan dan berhasil mengumpulkan lima kemenangan dari 12 balapan. Koleksi 103 poin yang dikantonginya sudah cukup untuk memastikan gelar juara dunia.

Titel tersebut menjadi satu-satunya mahkota juara yang berhasil diraih Uncini selama berkarier di ajang Grand Prix.

5. Marco Lucchinelli

Satu musim sebelum Uncini, giliran Marco Lucchinelli yang membuat kejutan bersama Gallina Suzuki. Pembalap asal Italia itu berhasil membawa tim independen tersebut merebut gelar dunia kelas 500 cc pada 1981.

Lucchinelli tampil impresif dengan mencatatkan lima kemenangan dari 11 balapan. Performa tersebut membuatnya mampu mengungguli sejumlah pembalap papan atas yang memperkuat tim pabrikan.

Keberhasilannya menjadi salah satu pencapaian penting bagi Suzuki dan tim satelit dalam persaingan kelas premier.

6. Kenny Roberts Sr.

Kenny Roberts Sr. menjadi salah satu pionir pembalap independen yang mampu menaklukkan kejuaraan dunia kelas premier. Pada 1978, ia berhasil merebut titel 500 cc bersama tim yang didukung Yamaha USA.

Mengendarai Yamaha OW35, Roberts tampil agresif sekaligus cerdas dalam mengatur strategi balapan. Ia mencatatkan empat kemenangan sepanjang musim dan berhasil mengalahkan juara bertahan Barry Sheene serta sejumlah pembalap dari tim pabrikan.

Prestasi tersebut menjadikan Roberts sebagai pembalap Amerika Serikat pertama yang berhasil meraih gelar dunia Grand Prix kelas premier.

Enam nama tersebut menjadi bukti bahwa status tim bukan satu-satunya penentu keberhasilan di kelas tertinggi balap motor. Dengan kombinasi kemampuan pembalap, motor yang kompetitif, strategi tepat, dan konsistensi sepanjang musim, tim independen pun mampu menantang bahkan mengalahkan kekuatan pabrikan.(BY)