Jakarta — MotoGP 2027 bakal memasuki fase baru dengan perubahan regulasi teknis yang cukup signifikan. Kondisi tersebut diprediksi dapat memberikan keuntungan bagi Ducati, yang dalam beberapa musim terakhir tampil sebagai kekuatan utama di kelas premier.
Salah satu perubahan terbesar adalah kapasitas mesin. Mulai musim 2027, motor MotoGP tidak lagi menggunakan mesin 1.000 cc, melainkan diturunkan menjadi 850 cc. Selain itu, pemasok ban juga berganti. Pirelli akan mengambil alih posisi Michelin sebagai penyedia ban resmi MotoGP.
Perubahan tersebut membuat persaingan antarpabrikan diperkirakan kembali terbuka. Ducati sendiri telah menjadi tim yang sangat dominan dalam beberapa tahun terakhir dengan mengamankan enam gelar konstruktor serta empat gelar pembalap secara beruntun.
Meski demikian, dominasi Ducati mulai mendapat tantangan pada musim berjalan. Aprilia, yang juga berasal dari Italia, mampu menunjukkan peningkatan performa dan memberikan tekanan terhadap kekuatan Ducati di lintasan.
Pertanyaan kemudian muncul mengenai persaingan pada era regulasi baru. Apakah Ducati mampu mempertahankan dominasinya, atau justru perubahan teknis tersebut membuat peta kekuatan MotoGP berubah drastis?
Pol Espargaro Prediksi Ducati Punya Modal Kuat
Mantan pembalap MotoGP, Pol Espargaro, menilai Ducati justru berada dalam posisi yang menguntungkan untuk menghadapi perubahan regulasi pada 2027.
Menurut pembalap KTM tersebut, pengalaman Ducati menggunakan teknologi Pirelli di ajang World Superbike (WorldSBK) dapat menjadi salah satu modal penting ketika ban yang sama mulai digunakan di MotoGP.
“Cukup mudah untuk membayangkan Ducati akan tampil sangat kuat,” kata Espargaro kepada The Race, sebagaimana dilansir gpblog, Selasa (18/8/2026).
Ia menilai Ducati berpotensi langsung kompetitif sejak awal musim karena memiliki pengalaman dan data yang relevan dari kompetisi Superbike.
Menurut Espargaro, karakter motor MotoGP dengan mesin 850 cc nantinya memiliki sejumlah kemiripan dengan motor yang digunakan dalam ajang Superbike. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu Ducati beradaptasi lebih cepat dibandingkan sejumlah kompetitornya.
Selain faktor mesin, pergantian pemasok ban juga menjadi aspek yang diyakini menguntungkan Ducati. Pabrikan tersebut sudah memiliki pengalaman panjang menggunakan produk Pirelli melalui program balap WorldSBK.
Espargaro menilai pemahaman terhadap karakter ban akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan performa pada era baru MotoGP. Ducati, menurutnya, memiliki pengetahuan mengenai cara memaksimalkan ban Pirelli baik untuk kebutuhan balapan maupun saat mengejar waktu terbaik dalam satu lap.
Persaingan Tetap Bisa Ketat
Kendati Ducati diprediksi memiliki keunggulan pada fase awal, Espargaro tidak melihat perubahan regulasi akan membuat persaingan MotoGP menjadi tidak menarik.
Ia memperkirakan masing-masing pabrikan membutuhkan waktu untuk memahami karakter motor dan ban baru. Karena itu, perbedaan performa antarprodusen kemungkinan masih terlihat pada awal penerapan regulasi.
Namun, situasi tersebut diyakini akan berubah setelah seluruh tim mendapatkan pengalaman yang cukup.
“Terlepas dari awal musim, ketika mungkin ada beberapa pabrikan yang memiliki performa lebih baik daripada lainnya,” ujar Espargaro.
Menurut dia, persaingan berpotensi semakin rapat setelah semua tim mulai menemukan arah pengembangan yang tepat. Bahkan, pada tahun kedua penerapan regulasi, jarak performa antarpabrikan diperkirakan semakin mengecil.
“Ketika semua pihak kurang lebih berada di level yang sama—mungkin pada tahun kedua—persaingan akan menjadi sangat ketat. Namun, hal itu membutuhkan waktu,” katanya.
Dengan perubahan kapasitas mesin dan pemasok ban tersebut, MotoGP 2027 diperkirakan menjadi titik penting dalam menentukan kembali peta kekuatan di kelas utama. Ducati datang dengan pengalaman yang dinilai menguntungkan, tetapi para rival masih memiliki peluang untuk mengejar setelah berhasil memahami karakter regulasi baru.(BY)







