Paskibraka Pariaman Dikukuhkan, Ketua DPRD : Merah Putih di Pundak Generasi Muda

Kota Pariaman – Sebanyak 34 putra-putri terbaik Kota Pariaman resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Mereka akan menjadi bagian penting dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, membawa amanah mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan masyarakat, pada Senin 17 Agustus 2026.

Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim, Lc turut hadir dalam upacara pengukuhan yang berlangsung di Balai Kota Pariaman, Minggu (16/8/2026).

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap generasi muda yang telah menjalani proses panjang hingga dipercaya mengemban tugas negara di tingkat daerah.

Para anggota Paskibraka tersebut, pengukuhan bukan sekadar seremoni. Di balik seragam dan barisan yang tegap, ada disiplin, latihan keras, kekompakan dan tanggung jawab yang harus dipertaruhkan ketika Merah Putih dikibarkan pada detik-detik sakral peringatan kemerdekaan.

Muhajir Muslim menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh anggota Paskibraka Kota Pariaman 2026.

Ia berharap para generasi muda tersebut tidak berhenti menjadi teladan selama menjalankan tugas, tetapi mampu membawa nilai kedisiplinan dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Tugas mereka pun sesungguhnya lebih besar dari sekadar mengibarkan bendera. Paskibraka dituntut menjadi generasi yang tangguh, berkarakter dan mampu menjaga semangat kebangsaan di tengah perubahan zaman.

Sebab, kata politisi PKS itu bahwa estafet masa depan Indonesia pada akhirnya berada di tangan generasi muda.

Pengukuhan di Balai Kota Pariaman menjadi titik awal sebelum para anggota Paskibraka menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 RI.

Mata masyarakat akan tertuju kepada mereka ketika Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, membawa simbol perjuangan bangsa yang harus dijaga kehormatannya.

Dari barisan Paskibraka itu, harapan masa depan Kota Pariaman ikut dititipkan. Disiplin harus menjadi karakter, integritas menjadi pegangan dan semangat pengabdian menjadi jalan. Jayalah Indonesia, jayalah Kota Pariaman.(mak).