Kota Pariaman – Hujan deras yang mengguyur Kota Pariaman sejak Jumat siang (14/8/2026) hingga malam membuat debit sejumlah aliran sungai meningkat tajam. Air tak lagi mampu ditahan badan sungai, meluap ke badan jalan hingga merambah lahan pertanian warga.
Sejumlah kawasan seperti Hulu Banda, Tungkal Selatan, dan Sikapak Barat pun terdampak.
Di tengah hujan yang belum sepenuhnya bersahabat, aparat bergerak memastikan kondisi warga.
Sekdako Pariaman Afrizal Azhar bersama Kepala BPBD Kota Pariaman Feri Ferdian turun langsung meninjau lokasi luapan air di Desa Tungkal Selatan dan Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara, Jumat malam.
Luapan air menjadi alarm keras bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Arus yang meninggi bukan sekadar menggenangi lahan, tetapi juga merambah akses jalan yang menjadi jalur aktivitas warga.
Situasi ini menunjukkan betapa cepat cuaca ekstrem mengubah kondisi normal menjadi ancaman. Meski air meluber ke sejumlah titik, hingga peninjauan dilakukan tidak ditemukan ada korban jiwa.
Kepala BPBD Kota Pariaman Feri Ferdian yang dihubungi awak media ini, pada Sabtu pagi (15/8/2026) mengatakan kondisi tersebut tetap harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Karena, sebut mantan Camat Pariaman Tengah itu mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi memicu kenaikan debit air secara mendadak.
“Tidak ada korban jiwa, namun kita tetap waspada,” ujar Feri Ferdian, yang saat malam tadi ia mendampingi Sekdako Pariaman Afrizal Azhar meninjau kawasan terdampak.
Pemerintah mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh hujan deras. Terutama mereka yang tinggal di dekat sungai, kawasan rendah, maupun lahan yang berpotensi terdampak luapan air.
Dia menyatakan agar warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah pengamanan apabila debit air kembali menunjukkan kenaikan.
“Kita mengimbau warga masyarakat agar waspada dalam cuaca ekstrem dengan curah hujan cukup tinggi,” tegas Feri.
Hujan yang datang berjam-jam bukan hanya soal genangan, tetapi juga peringatan bahwa ancaman bencana dapat muncul sewaktu-waktu ketika sungai kehilangan ruang untuk menampung derasnya air.(mak)







