Jakarta — Bisnis kendaraan bekas masih memiliki prospek di tengah dinamika industri otomotif nasional. Bagi sebagian konsumen, mobil bekas menjadi pilihan karena menawarkan variasi harga, tahun produksi, serta model yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.
Kemudahan dalam memeriksa kondisi kendaraan juga membuat konsumen semakin memiliki banyak pertimbangan sebelum membeli. Layanan inspeksi kendaraan dapat digunakan untuk mengetahui kondisi mobil secara lebih menyeluruh sehingga risiko membeli unit bermasalah bisa ditekan.
Melihat peluang tersebut, showroom mobil bekas Focus Motor Belanja Mobil memperluas jaringan bisnisnya dengan membuka outlet baru di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli kendaraan bekas.
Chairman Focus Motor Group, Agus Focus, mengatakan ekspansi ke Tangerang Selatan menjadi bagian penting dari upaya perusahaan mengubah pandangan masyarakat terhadap kendaraan bekas.
“Masuk ke area Tangerang Selatan, Bintaro adalah tonggak penting dalam mewujudkan visi Focus Motor Belanja Mobil untuk merestrukturisasi persepsi masyarakat terhadap mobil bekas,” ujar Agus Focus.
Menurut dia, salah satu tantangan dalam bisnis mobil bekas adalah kekhawatiran konsumen mengenai kualitas kendaraan. Karena itu, perusahaan berupaya memberikan sejumlah jaminan untuk meningkatkan rasa aman calon pembeli.
“Kami tidak hanya menjual kendaraan, melainkan memberikan kepastian dan ketenangan pikiran. Garansi 5 tahun terpanjang di Indonesia ini adalah manifestasi dari keyakinan kami atas kualitas unit yang kami tawarkan, sekaligus komitmen tertinggi kami dalam menjaga kepercayaan setiap konsumen,” tutur Agus Focus.
Pemeriksaan Kendaraan Jadi Fokus
CEO Focus Motor Belanja Mobil, Azka, menjelaskan bahwa kontrol kualitas menjadi salah satu bagian penting dalam operasional perusahaan. Sebelum ditawarkan kepada konsumen, kendaraan menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.
“Di tingkat operasional, garansi 5 tahun hanya bisa terwujud karena ketatnya kontrol kualitas yang kami terapkan. Mulai dari inspeksi mendalam di 155 titik oleh teknisi tersertifikasi, transparansi harga tanpa biaya terselubung, jaminan trade-in/buyback, hingga pendampingan Customer Service Personal untuk setiap konsumen,” kata Azka.
Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai komponen kendaraan, mulai dari mesin dan transmisi hingga kaki-kaki, sistem pengereman, serta pendingin udara atau AC.
Selain kondisi teknis, kendaraan juga diperiksa untuk memastikan tidak memiliki riwayat kerusakan berat akibat banjir maupun kecelakaan yang memengaruhi struktur. Pemeriksaan odometer turut dilakukan untuk mengantisipasi adanya manipulasi jarak tempuh.
Azka mengatakan seluruh proses tersebut dirancang agar konsumen mendapatkan pengalaman pembelian yang lebih transparan.
“Kami memastikan setiap tahapan kepemilikan mobil berjalan mulus dan tanpa kekhawatiran,” ucapnya.
Tak hanya pemeriksaan kendaraan, Focus Motor juga menawarkan garansi selama lima tahun untuk sejumlah komponen utama. Perlindungan tersebut mencakup mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pengereman, dan AC.
Perusahaan juga menyediakan skema buyback sebagai bagian dari layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan kombinasi inspeksi, garansi, transparansi harga, serta layanan purnajual tersebut, Focus Motor berupaya membangun kepercayaan konsumen di tengah persaingan pasar kendaraan bekas.(BY)







