Walikota Pariaman Minta Geber Masjid Berkelanjutan Jangan Berhenti di Seremoni

Kota Pariaman – Masjid tak semestinya hanya ramai ketika waktu salat tiba. Tempat ibadah juga membutuhkan kepedulian, perawatan, dan tangan-tangan yang mau bergerak.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MASJID) yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pariaman bersama KUA Kecamatan Pariaman Tengah di Masjid Raya Adam Sorin, Kelurahan Jalan Baru, Senin (10/8/2026).

Gerakan tersebut diawali apel pagi bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad. Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak GEBER MASJID di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Agustus 2026, menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjalankan instruksi Kementerian Agama RI.

Namun bagi Yota, membersihkan masjid tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial yang selesai ketika peralatan kebersihan kembali disimpan.

Ia justru mendorong gerakan itu menjadi kebiasaan. Yota Balad meminta GEBER MASJID dilaksanakan secara berkelanjutan, sedikitnya tiga bulan sekali, dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus masjid, perangkat kelurahan dan desa, serta masyarakat sekitar.

Menurutnya, masjid yang bersih dan nyaman bukan hanya soal lingkungan fisik, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial.

“Saya mau kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin, minimal sekali dalam tiga bulan dengan melibatkan elemen masyarakat yang ada di masing-masing kelurahan dan desa. Sehingga masjid kita ini menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi dalam rangka melaksanakan ibadah,” ujar Yota Balad.

Tak berhenti pada urusan kebersihan, Yota juga melempar gagasan yang lebih besar: membangun Masjid Paripurna di setiap kecamatan.

Program tersebut diharapkan menjadi percontohan sekaligus pusat pembinaan keagamaan masyarakat. Pemerintah Kota Pariaman bahkan diarahkan dapat memberikan subsidi untuk kebutuhan pengelolaan masjid, termasuk garin dan imam.

“Untuk tahun 2027 kalau bisa Masjid Paripurna ini sudah bisa berjalan, paling tidak satu masjid di tiap-tiap kecamatan, sehingga pembinaan keagamaan untuk masyarakat bisa kita subsidi melalui Pemerintah Kota Pariaman,” tegasnya.

Usai apel, aksi nyata pun dimulai. ASN Kemenag Kota Pariaman dan KUA Pariaman Tengah bergabung bersama pengurus masjid, perangkat kelurahan/desa, serta warga membersihkan halaman, tempat wudu, ruang salat hingga sudut-sudut masjid yang selama ini mungkin luput dari perhatian.

Peralatan kebersihan juga diserahkan Pemko Pariaman kepada Kemenag Kota Pariaman. Di sisi lain, Yota menanam pohon di halaman samping Masjid Raya Adam Sorin sebagai simbol bahwa merawat rumah ibadah semestinya berjalan beriringan dengan merawat lingkungan, memperkuat moderasi beragama, dan menjaga kerukunan.

Dari gerakan sederhana itu muncul pesan yang jauh lebih besar: kemerdekaan bukan sekadar dirayakan dengan upacara dan slogan, tetapi juga dibuktikan melalui kepedulian yang terus hidup setelah seremoni berakhir.(mak).