Breaking News
*Tinjau Sejumlah Infrastrukur Terdampak Bencana di Solok, Wapres Dorong Percepatan Perbaikan Akses dan Layanan Publik* Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/09/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung dampak bencana sekaligus memastikan langkah pemulihan dan perbaikan dapat segera dilakukan. Pada kesempatan ini, Wapres meminta pemulihan akses utama dan infrastruktur terdampak dilakukan secepat mungkin untuk memastikan mobilitas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. “Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatam masyarakat harus menjadi prioritas,” ungkapnya. Saat meninjau Jembatan Arosuka yang menjadi akses penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok, Wapres menginstrusikan agar kebutuhan sarana dan prasarana jembatan, termasuk ruas jalan di sekitarnya yang terdampak banjir, segera ditangani. “Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas,” tegasnya. Dari infrastruktur penghubung antardaerah, perhatian Wapres kemudian berlanjut pada fasilitas penyelenggaraan pemerintahan. Ketika mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang turut terdampak, Wapres meminta dilakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan. Sebagaimana dilaporkan, banjir bandang pada Senin malam (21/09/2026) lalu, merusak sedikitnya 12 bangunan perkantoran di wilayah Kabupaten Solok. Untuk itu, pendataan tersebut diperlukan guna menentukan bentuk penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensinya, sekaligus menjaga agar pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan. “Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata, mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen. [Hal] yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” pinta Wapres. Lebih jauh, Wapres menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti setelah air surut. Material lumpur, pasir, batu, kayu, hingga longsoran perlu segera dibersihkan agar akses masyarakat dapat kembali terbuka. Selain itu, pemulihan jalan dan jembatan, kawasan permukiman, lahan pertanian, masjid, fasilitas umum, serta kantor pemerintahan perlu dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat, distribusi bantuan, dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal. Sejalan dengan Wapres, dalam rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang di Posko Utama, Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan sejumlah kebutuhan prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti dalam tahap pemulihan. Kebutuhan tersebut mencakup pembangunan sabo dam sebagai langkah mitigasi bencana, serta perbaikan berbagai fasilitas dan sarana yang terdampak. “Rencana pembangunan Sabodam, ke depan ini penting. Selain itu perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan palayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” ujarnya. Percepatan penanganan di berbagai sektor tersebut diharapkan dapat segera memulihkan akses dan layanan dasar masyarakat, sekaligus mendukung kembalinya aktivitas warga secara bertahap setelah bencana. Solok, 25 September 2026 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden Beri Arahan Forkopimda, Wapres Tekankan Prioritas Tanggap Darurat dan Konsolidasi Penanganan Bencana Solo Wapres Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana Sekda Sumbar: Penguatan ETPD Dorong Tata Kelola Keuangan Daerah Lebih Efektif dan Akuntabel Wapres Gibran Tinjau Dampak Banjir Bandang Solok, Tekankan Percepatan Penanganan dan Pemulihan

Bukan Sekadar Lomba, Orang Tua dan Anak Diuji Hafidz Al-Qur’an Perdana di Kota Pariaman 

Kota Pariaman – Untuk pertama kalinya, anak-anak sekolah dasar di Kota Pariaman tidak berdiri sendiri di hadapan penguji. Mereka membawa orang tua dalam satu panggung untuk menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Momen itu hadir melalui Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua Tingkat SD/MI se-Kota Pariaman 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad di SDN 21 Jalan Kereta Api (JKA), Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Senin (10/8/2026).

Lomba yang memperebutkan Piala Wali Kota Pariaman dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kota Pariaman tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Lebih dari sekadar kompetisi hafalan, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari upaya menyukseskan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, Pariaman Risalah, yang mengusung cita-cita melahirkan generasi beriman, saleh, dan berakhlak.

Yota Balad mengaku tersentuh melihat inovasi yang digagas Dinas Pendidikan bersama SDN 21 JKA tersebut. Baginya, ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar siapa yang menjadi juara.

Ketika anak dan orang tua duduk bersama mengulang ayat demi ayat, sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya tempat pendidikan. Rumah ikut berubah menjadi ruang belajar, sementara hubungan emosional orang tua dan anak mendapatkan fondasi baru.

“Saya merasa terharu dengan adanya inovasi ini karena kegiatan seperti ini sangat positif sekali. Bukan hanya melatih kemampuan anak-anak saja, tetapi juga bisa memperkuat kedekatan emosional antara orang tua dan anak sehingga semakin banyak anak-anak kami yang berani tampil, percaya diri, dan berprestasi,” ujar Yota.

Ia berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang meriah sesaat. Menurut Yota, kedekatan keluarga dengan Al-Qur’an justru harus dibangun dari kebiasaan sehari-hari.

“Dengan adanya Lomba Tahfizd Al-Qur’an Murid Bersama Orang Tua ini akan bisa memotivasi orang tua dan anak-anak untuk terbiasa mencintai Al-Qur’an, mengajak orang tua untuk dekat dengan Al-Qur’an begitupun dengan anak-anak agar hidup di dunia dan akhirat bisa bahagia,” katanya.

Kepala SDN 21 JKA, Buyung, mengungkapkan gagasan tersebut berangkat dari program unggulan Pemko Pariaman Balad-Mulyadi, yakni “satu rumah satu hafiz” yang kemudian bermuara pada Pariaman Risalah.

Berawal dari lomba tahfiz antara murid dan orang tua di lingkungan sekolah, inovasi itu berkembang menjadi kompetisi tingkat kota. Tahun ini, sebanyak 87 SD/MI negeri dan swasta se-Kota Pariaman ikut ambil bagian.

Kini, yang dipertaruhkan bukan semata piala atau gelar juara. Ada harapan agar ayat-ayat yang dihafal di panggung lomba tidak berhenti menjadi hafalan untuk menghadapi juri, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan di rumah.

“Mudah-mudahan lomba tahfizd yang kita rintis dalam rangka mendukung program unggulan Pemko Pariaman satu rumah satu hafizd maka akan lahir qori dan qoriah, hafizd dan hafizdzah terbaik di Kota Pariaman,” pungkas Buyung.(mak).