Sumut  

Treasury Connect: Menjangkau Luas, Melayani Tanpa Batas

Ulina Sefriani Benedikta Sitohang _ Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Terampil KPPN Rantau Prapat.

Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Di tengah pesatnyaperkembangan teknologi informasi dan tuntutan akan pelayanan publik yangsemakin responsif, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) terus melakukantransformasi guna memberikan kemudahan bagi para pemangku kepentingan.Transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untukmemastikan layanan pemerintah dapat diakses secara cepat, efektif, dan efisienoleh seluruh satuan kerja (satker) di Indonesia. Salah satu wujud nyata darikomitmen tersebut adalah implementasi layanan Treasury Connect,sebuah inovasi yang menghadirkan akses layanan perbendaharaan tanpa dibatasioleh wilayah kerja.

Treasury Connectmerupakan layanan konsultasi dan asistensi tatap muka yang memungkinkan satuankerja memperoleh layanan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)selain KPPN mitra kerjanya. Melalui layanan ini, satker tidak lagi harusbergantung pada KPPN tempat mereka terdaftar untuk mendapatkan konsultasiterkait pelaksanaan anggaran, pengelolaan kas, maupun berbagai layananperbendaharaan lainnya. Kehadiran Treasury Connect memberikanfleksibilitas yang lebih besar bagi satker, terutama bagi pegawai yang sedangmelaksanakan tugas di luar daerah atau berada jauh dari KPPN mitra kerjanya.

Berdasarkan Keputusan DirekturJenderal Perbendaharaan Nomor KEP-74/PB/2025 tentang Implementasi Layanan TreasuryConnect pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, penerapan TreasuryConnect dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan infrastruktur,sumber daya, dan kualitas layanan yang optimal. Implementasi diawali padaTriwulan IV Tahun 2025 dengan cakupan satuan kerja KPPN mitra di wilayahaglomerasi Jabotabek. Selanjutnya, pada Triwulan I Tahun 2026, layanan inidiperluas ke wilayah aglomerasi Kota Semarang, kemudian dilanjutkan ke wilayahaglomerasi Kota Surabaya paling lambat pada Triwulan II Tahun 2026. Adapunimplementasi secara penuh dijadwalkan paling lambat pada Triwulan III Tahun2026 dengan cakupan seluruh KPPN Tipe A1 dan KPPN Tipe A2 di Indonesia.

Pengembangan TreasuryConnect tidak hanya berfokus pada perluasan akses layanan, tetapi jugadiarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan perbendaharaan secaramenyeluruh. Dalam implementasinya, Treasury Connect memiliki tiga tujuanutama, yaitu memperluas cakupan layanan konsultasi dan asistensi kepada satuankerja, meningkatkan kualitas layanan DJPb kepada satker, serta mendukungtransformasi digital layanan DJPb dan modernisasi pengelolaan treasury.Ketiga tujuan tersebut saling terkait dan menjadi fondasi dalam mewujudkanlayanan perbendaharaan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Untukmencapai tujuan tersebut, Treasury Connect dirancang dengan sejumlahfitur yang mendukung kemudahan akses dan integrasi layanan. Salah satu fiturutamanya adalah pemberian layanan konsultasi dan asistensi pada KPPN yang bukanmerupakan mitra kerja satker yang terdokumentasi dengan baik pada aplikasiMyIntress.

Implementasi TreasuryConnect juga menjadi bagian dari penguatan konsep Front Office (FO)Layanan Bersama DJPb. Konsep ini menempatkan seluruh KPPN sebagai bagian darijaringan layanan yang saling terhubung dan mampu memberikan layanan kepadasatker lintas wilayah kerja. Dengan demikian, batas administratif antar wilayahtidak lagi menjadi kendala dalam memperoleh layanan perbendaharaan. Pendekatanini sekaligus mencerminkan perubahan paradigma pelayanan dari yang sebelumnyaberorientasi pada wilayah kerja menjadi berorientasi pada kebutuhan penggunalayanan.

Dari sisi operasional, TreasuryConnect telah terintegrasi dengan aplikasi MyIntress pada menu HAI CSO.Proses layanan diawali dengan penjadwalan layanan melalui aplikasi MyIntress,yang memungkinkan satker melakukan pemesanan layanan konsultasi dan asistensisecara terstruktur. Integrasi tersebut memastikan setiap permohonan layanantercatat dengan baik sehingga memudahkan pemantauan, pengendalian, dan evaluasikualitas layanan. Setelah melakukan penjadwalan, satker akan melalui prosesverifikasi identitas oleh Customer Service Officer (CSO) guna memastikanbahwa layanan diberikan kepada pihak yang berwenang. Adapun seluruh hasilkonsultasi dan asistensi kemudian didokumentasikan secara elektronik pada modulHAI CSO. Melalui mekanisme ini, rekam jejak layanan dapat tersimpan secaraotomatis dan terdokumentasi dengan baik, sehingga mendukung transparansi, akuntabilitas,serta perbaikan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, TreasuryConnect bukan sekadar inovasi layanan, melainkan representasi dariperubahan paradigma pelayanan perbendaharaan di era digital. Jika sebelumnyaakses layanan sering kali dibatasi oleh wilayah kerja dan jarak geografis, kinilayanan perbendaharaan hadir dengan pendekatan yang lebih terbuka,terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan pengguna. Melalui pemanfaatanteknologi, integrasi sistem, serta kolaborasi antar-KPPN dalam konsep FrontOffice Layanan Bersama, DJPb menunjukkan bahwa transformasi digital tidakhanya tentang mengubah proses bisnis, tetapi juga tentang menghadirkanpengalaman layanan yang lebih mudah, cepat, dan memberikan nilai tambah bagisatuan kerja. Lebih dari itu, Treasury Connect menjadi simbol komitmenDJPb untuk terus beradaptasi dengan dinamika kebutuhan zaman dan ekspektasipara pemangku kepentingan. Dengan semangat tersebut, Treasury Connectdiharapkan menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan perbendaharaan yangsemakin modern, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh satuan kerja diIndonesia.

Disclaimer: Tulisanini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan organisasi.