Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Ribuan umat Buddha dari wilayah Labuhanbatu Raya memadati jalanan Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, dalam rangka mengikuti Pawai Hari Raya Waisak 2026 yang digelar pada Minggu (31/5/2026) malam.
Pawai berlangsung meriah dengan iring-iringan mobil hias yang dihiasi ornamen keagamaan serta lampu warna-warni. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Waisak yang menarik perhatian masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan di pusat Kota Rantauprapat.
Pawai diawali dari Vihara Buddhis Jayanti dan diikuti oleh umat Buddha dari berbagai daerah di Labuhanbatu Raya. Para peserta berjalan kaki mengelilingi sejumlah ruas jalan utama di Kota Rantauprapat sebelum kembali dan finis di Vihara Buddhis Jayanti. Pelepasan pawai dilakukan oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya.
Suasana semakin semarak saat ribuan peserta membawa lilin elektrik yang menyala sepanjang perjalanan. Cahaya lilin yang menerangi malam hari menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan dalam perayaan hari besar keagamaan tersebut.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu turut melakukan pengamanan di sepanjang rute pawai.
Salah seorang peserta pawai, Cincin, mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti perayaan Waisak bersama umat Buddha lainnya. Menurutnya, pelaksanaan Waisak tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena diikuti lebih banyak peserta dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Waisak, Romi, mengatakan sebelum puncak perayaan digelar, panitia telah melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Kegiatan tersebut di antaranya pendalaman ajaran agama Buddha sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak.
Romi menjelaskan, peserta pawai berasal dari tiga kabupaten yang tergabung dalam wilayah Labuhanbatu Raya. Ia memperkirakan jumlah peserta yang mengikuti pawai tahun ini mencapai lebih dari seribu orang.
Menurutnya, perayaan Waisak tidak hanya menjadi momentum bagi umat Buddha untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan nilai toleransi, serta menyebarkan pesan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Sementara Koordinator kegiatan, Ediman (Acun) bahwa pihak panitia Waisak 2570 BE – 2026 ( KBI – MBI- WBI – Vihara Buddha Jayanti) mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, yang bersedia langsung memimpin pengamanan prosesi Waisak tahun ini.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pju dan anggota polres Labuhanbatu yang telah membantu mengamankan jalannya kegiatan ibadah dan prosesi waisak tahun ini. Semoga harmoni keberagaman umat beragama senantiasa damai dan bahagia selalu,” sebutnya.







