Padang Pariaman – Bau menyengat, lorong sempit, dan fasilitas yang jauh dari layak menjadi pemandangan yang langsung menyergap saat Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, turun langsung ke Pasar Sicincin, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (11/05/2026).
Di tengah denyut ekonomi rakyat kecil itu, ia melihat sendiri bagaimana pasar tradisional masih bergulat dengan persoalan lama yang tak kunjung tuntas.
Kedatangan John Kenedy Azis bukan sekadar kunjungan seremonial penuh formalitas. Ia diidampingi Pj Sekda Hendra Aswara, para kepala OPD, camat, hingga wali nagari se-Kecamatan 2×11 Enam Lingkung.
Bupati John Kenedy Azis menyusuri lapak demi lapak, mendengar langsung jeritan pedagang yang mengeluhkan daya beli masyarakat menurun, fasilitas minim, hingga kondisi pasar yang dinilai semakin semrawut.
Suasana mendadak hidup ketika Bupati John Kenedy Azis berhenti cukup lama di sejumlah kios sembako. Ia menanyakan harga beras, cabai, minyak goreng, hingga kebutuhan dapur lainnya.
Pemerintah daerah, katanya, tidak ingin rakyat diam-diam dicekik lonjakan harga tanpa pengawasan nyata dari pemerintah.
“Pertama kita melihat harga. Apakah betul fluktuatif atau tidak di pasar ini. Apakah terjadi inflasi atau tidak pada barang pokok,” tegas John Kenedy Azis di hadapan pedagang yang berharap pemerintah benar-benar hadir menjaga kestabilan ekonomi rakyat kecil.
Namun yang paling menyita perhatian justru kondisi fisik Pasar Sicincin. Di beberapa sudut, persoalan kebersihan dan sanitasi masih menjadi sorotan tajam.
John Kenedy Azis tampak gerah melihat pasar tradisional yang seharusnya menjadi pusat ekonomi rakyat justru belum mampu menghadirkan rasa nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
“Kedua kita melihat kondisi pasar, apa yang rasanya bisa kami laksanakan agar pasar ini bersih, nyaman. Sehingga masyarakat datang ke pasar ini merasa nyaman dan enak untuk berbelanja,” ujarnya lagi dengan nada serius, memberi sinyal bahwa pembenahan pasar tak bisa lagi ditunda.
Tak ingin berhenti pada janji, John Kenedy Azis langsung menginstruksikan OPD terkait agar pembangunan fasilitas MCK segera dilakukan.
Ia menilai urusan sanitasi adalah kebutuhan mendasar yang selama ini terlalu lama diabaikan, padahal menyangkut wajah pasar dan kesehatan masyarakat.
Di tengah kunjungan itu, John Kenedy Azis juga membuka peluang masuknya investor untuk mengembangkan Pasar Sicincin menjadi lebih modern dan berdaya saing.
Harapan pun menggantung di wajah para pedagang. Mereka ingin kunjungan itu bukan sekadar tontonan sesaat, melainkan awal perubahan besar bagi pasar tradisional yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Padang Pariaman.(r-bay).







