Rakor Penanganan Bencana, Yota Balad Tagih Janji Cepat Bangun Infrastruktur

Pariaman – Wali Kota Pariaman Yota Balad menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Infrastruktur Pasca Bencana yang digelar di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Jumat malam (30/1/2026).

Forum strategis ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyharullah dan dihadiri jajaran penting lintas lembaga.

Rakor tersebut mempertemukan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, para direktur dan kepala balai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, hingga kepala OPD provinsi dan kabupaten/kota.

Kehadiran para pengambil kebijakan ini menjadi sinyal seriusnya agenda penanganan pasca bencana.

Dalam forum itu, Yota Balad menegaskan kesiapan Kota Pariaman untuk mendorong percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025.

Ia menyebut, dampak bencana tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga menghambat roda ekonomi dan pelayanan publik.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada penghujung tahun lalu. Kerusakan jalan, jembatan, irigasi, hingga fasilitas umum menjadi catatan penting yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.

Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan pasca bencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci agar pemulihan tidak berlarut-larut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyoroti pentingnya validitas data kerusakan. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan yang telah masuk ke sistem dan diverifikasi harus segera ditindaklanjuti agar tidak berhenti pada tataran rapat semata.

Melalui rakor ini, pemerintah daerah berharap seluruh pekerjaan infrastruktur yang terdampak bencana dapat segera dikerjakan oleh pemerintah pusat.

Publik kini menanti, apakah rapat koordinasi ini benar-benar menjadi titik balik percepatan pembangunan, atau sekadar deretan janji di tengah puing pasca bencana.(mak).