Pemko Pariaman Sambut Rombongan Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta

Kota Pariaman – Mewakili Wali Kota Pariaman Yota Balad, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Ferialdi, didampingi Ketua Dewan Pembina Bundo Kanduang Ny.Yosneli Balad, sambut kedatangan Rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) DKI Jakarta, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Senin siang (11/5/2026)

Kedatangan Rombongan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta yang dipimpin Wakil Ketua IKM DKI Bundo Zuriati, dalam rangka Pariaman untuk bersilaturahmi dengan Penasehat Bundo Kanduang Wali Kota Pariaman Yota Balad yang merupakan salah satu Penasehat dari IKM. Sekaligus mempererat silaturahmi antara perantau minang di DKI Jakarta dengan kampung halaman Kota Pariaman.

Mendengar tujuan baik dan mulia tersebut, Ferialdi berikan apresiasi kepada Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta dan ucapkan selamat datang di Kota Pariaman.

Ia berharap program-program kegiatan IKM bisa berjalan lancar dan sukses serta hubungan silaturahmi dan kolobarasi kegiatan antara Pemko Pariaman dengan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta tetap terpelihara dengan baik.

“Bundo Kanduang adalah benteng pertahanan adat dan budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi. Dan, kunjungan ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum pertukaran pikiran, studi tiru, dan penguatan nilai-nilai adat,” harap Ferialdi.

Pihak Pemko Pariaman sangat mengapresiasi upaya IKM yang terus mengenalkan budaya, kuliner, dan produk unggulan Pariaman di perantauan. “Sehingga kegiatan ini akan mempererat tali silaturahmi serta memperkuat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antara pengurus dan tokoh masyarakat Kota Pariaman,” ujar Ferialdi.

Ny.Yosneli Balad menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami. Ini adalah wujud nyata dari pepatah Minangkabau, “jauah di mato, dakek di hati”. Meskipun Bapak/Ibu berdomisili di rantau, ikatan batin dengan tanah kelahiran Ranah Minang khususnya Kota Pariaman tidak pernah putus.

“Pariaman saat ini terus berbenah, baik dari sektor pariwisata, kuliner, maupun pelestarian adat budaya. Kami menyadari, peran Bundo Kanduang dan IKM sangatlah vital,” ungkap Yosneli.

Menurut dia, Bundo Kanduang adalah pilar utama dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau, terutama dalam membentuk karakter generasi muda dan pendidikan dalam keluarga.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Bundo Kanduang Kota Pariaman Mawarniati Fatma beserta anggota, juga beberapa OPD terkait.

Mawarniati Fatma jelaskan Bundo Kanduang adalah sebagai limpapeh rumah nan gadang. Tentu tugas kita sama yaitu sajinjiang dan sainjek (berat sama dipikul, ringan sama dijinjing), kito sahino jo samalu (sehidup semati dalam menanggung kehinaan dan rasa malu).

“Jadi tugas Bundo Kanduang yang ada di pusat sama dengan tugas Bundo Kanduang yang ada di daerah Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat. Sama-sama melestarikan adat dan budaya sesuai dengan misi Bapak Wali Kota Pariamanan yang ingin melestarikan adat dan budaya minang khususnya untuk Kota Pariaman,” pungkasnya.

Rombongan yang disambut dengan suguhan makan siang khas Kota Pariaman, juga diperkenalkan dengan produksi UMKM Kota Pariaman yang ikut serta memamerkan dagangan pertemua it. Seperti sulaman peniti, rajutan, dan aneka kuliner (keripik balado, ladu arai pinang, kue bawang, peyek kacang dan lainnya). Acara diakhiri dengan saling tukar cendera mata. (r-mak).