Oleh: Syamsir Datuamas
Terobosan terus dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, salah satunya melalui rencana pembukaan program beasiswa pendidikan S2 dan S3 mulai tahun 2026.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Sulawesi Tengah agar mampu bersaing dan mendorong kemajuan daerah di masa depan.
Syamsir Datuamas, pemuda pemerhati ekonomi nelayan (PPEN), menilai program beasiswa pendidikan lanjutan ini sebagai kebijakan visioner dan tepat sasaran.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan kualitas manusia.
Pandangan tersebut didasarkan pada pengalaman pribadinya sebagai salah satu penerima Beasiswa Nusantara pada tahun 2018, yang digagas oleh mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.
Saat menempuh pendidikan di Pulau Sumbawa, Syamsir menyaksikan secara langsung bagaimana kepemimpinan Zulkieflimansyah secara konsisten membuka akses dan membangun jejaring beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri, bagi anak-anak NTB.
Hasilnya, banyak putra-putri daerah NTB yang berhasil menempuh pendidikan S2 dan S3 hingga ke luar negeri dan kembali mengabdi untuk daerahnya.
Menurut Syamsir, pola kebijakan yang dilakukan Gubernur Anwar Hafid memiliki semangat yang sama. Program beasiswa S2 dan S3 ini menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap akar persoalan pembangunan daerah, yaitu kualitas SDM. Jalan dan gedung memang dapat dibangun dalam waktu singkat, tetapi manusia unggul membutuhkan proses panjang dan investasi berkelanjutan.
Dengan dibukanya beasiswa pendidikan lanjutan ini, Sulawesi Tengah berpeluang besar melahirkan pemikir, peneliti, dan pemimpin masa depan, sekaligus memutus rantai kemiskinan struktural dan meningkatkan daya saing daerah dalam jangka panjang.
Program ini jelas bukan kebijakan populis atau sekadar pencitraan, karena hasilnya baru akan terlihat dalam kurun waktu 5 hingga 15 tahun ke depan, namun dampaknya akan sangat besar dan berkelanjutan. Ujar Syamsir
Lebih Lanjut Syamsir mengatakan bahwa program ini juga diharapkan mampu memutus mentalitas daerah pinggiran, menanamkan keyakinan bahwa anak desa pun pantas Kuliah di kampus-kampus terbaik dunia, serta mengubah budaya “cukup” menjadi budaya berprestasi.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh masyarakat Sulawesi Tengah memberikan dukungan penuh terhadap program beasiswa yang digagas oleh Gubernur Anwar Hafid.
Ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang unggul, berdaya saing, dan kuat dari sisi kualitas SDM.(*)






