Padang Pariaman – Kekosongan selama setahun akhirnya berakhir! Alfinaldi resmi dikukuhkan sebagai Labai RK XII Bukik Kuduang Kampuang Pauh, Nagari Persiapan Campago Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (22/10/2026).
Bertempat di Gedung MDTA Al-Hikmah, pengukuhan ini mengakhiri penantian masyarakat setelah Labai Anjah meninggal dunia setahun silam.
Bukan sekadar pergantian tokoh, pengukuhan Alfinaldi menjadi momentum menghidupkan kembali peran penting pemangku urusan keagamaan di tengah masyarakat.
Alfinaldi, yang selama ini aktif mengajar mengaji di sejumlah TPQ, surau, dan masjid, kini memikul amanah melayani masyarakat di wilayah RK XII Bukik Kuduang Kampuang Pauh, Bukik Pinang, dan Bukik Caliak.
Nuansa adat Minangkabau terasa kuat dalam prosesi pengukuhan. Pepatah-petitih bersahutan dalam tradisi kata sambah yang disampaikan Janang Palo Mudo kepada alim ulama, dilanjutkan tahapan adat hingga penyampaian niat dan maksud tuan rumah.
Alfinaldi kemudian dikukuhkan oleh Apuak Tuangku Lelo Dirajo, disertai pesan-pesan keagamaan sebagai bekal menjalankan amanah.
Antusiasme warga membludak hingga ruangan MDTA Al-Hikmah tak mampu menampung seluruh hadirin. Tenda pun didirikan di halaman Masjid Raya Kampuang Pauh.
Penyembelihan seekor kambing dan makan bajamba melengkapi prosesi yang dihadiri ninik mamak, alim ulama, tuangku, tokoh masyarakat, urang sumando, bundo kanduang, pemuda, serta warga dari sejumlah wilayah sekitar.
Camat V Koto Kampung Dalam, Dedi Spendri, S.Sos., M.M., menyambut baik pengukuhan tersebut. Ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap kearifan lokal yang berlandaskan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Menurutnya, nilai adat dan agama merupakan fondasi penting dalam menjaga tatanan sosial masyarakat.
Sementara itu, Drs. Tafril, Wakil Dt. Lelo Dirajo, mewakili ninik mamak, menyebut keberadaan Labai definitif sangat penting sebagai tempat masyarakat menyampaikan kabar baik maupun kabar buruk.
Ia menekankan bahwa tugas Labai bukan sekadar urusan keagamaan, melainkan juga pengabdian sosial, terutama mengoordinasikan penyelenggaraan musibah kematian.
Tafril mengajak masyarakat memperkuat silaturahmi dan mendukung Alfinaldi dalam menjalankan tugasnya.
Ketua Masjid Raya Kampuang Pauh, Febri, mengapresiasi dukungan warga di ranah maupun rantau yang telah menyumbangkan tenaga, materi, dan pikiran demi terlaksananya pengukuhan.
“Ini momentum sangat baik dan luar biasa untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi sesama warga “Basamo mangko manjadi membangun Nagari” dalam bidang pelayanan keagamaan,” tegas Febri.
Kini, setelah setahun jabatan itu kosong, harapan masyarakat bertumpu pada Alfinaldi untuk menjaga amanah, merawat persatuan, dan memperkuat kehidupan adat serta agama.
Tantangannya bukan sekadar menyandang gelar Labai, melainkan membuktikan kehadiran dan pengabdiannya benar-benar dirasakan masyarakat.(bay)







