Agam, fajarharapan.id – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat menggelar Sosialisasi Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa serta Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada Rabu (10/06/2026) di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Nagari Manggopoh yang diwakili oleh Sri Martini, S.P., Kepala UPTD Samsat Lubuk Basung Febrianto Wisnu Wardana, S.E. beserta staf, Kasat Lantas Polres Agam yang diwakili oleh IPDA Codi Ibrahim selaku Kanit Kamsel Satlantas Polres Agam, Kepala Puskesmas Manggopoh yang diwakili oleh Aldi Septian, S.Kep., aparatur Nagari Manggopoh, peserta kegiatan, serta perwakilan Jasa Raharja Sumatera Barat.
Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban merupakan salah satu upaya Jasa Raharja Sumatera Barat dalam memperkuat peran pemerintah daerah hingga tingkat nagari dalam mendukung penanganan korban kecelakaan lalu lintas secara cepat dan tepat. Melalui program ini, aparatur nagari diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi awal, pendampingan korban, serta mendukung percepatan penanganan pascakecelakaan.
Selain sosialisasi program, peserta juga mendapatkan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur nagari dan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Materi pelatihan disampaikan oleh tenaga kesehatan dengan fokus pada tindakan awal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko fatalitas korban.
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menyampaikan bahwa pemberdayaan aparatur nagari merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keselamatan transportasi di daerah.
“Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Aparatur nagari memiliki peran yang sangat penting karena berada di garis terdepan dalam kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik mengenai penanganan korban kecelakaan dan keselamatan transportasi, diharapkan dapat membantu menekan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas,” ujar Teguh Afrianto.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Jasa Raharja Sumatera Barat, pemerintah nagari, kepolisian, fasilitas kesehatan, dan UPTD Samsat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program keselamatan transportasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Sumatera Barat berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas, mempercepat penanganan korban kecelakaan, serta membangun budaya keselamatan yang dimulai dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nagari.(*)







