Bupati Padang Pariaman Datang Saat Harapan Rini Putri Nyaris Hilang

Padang Pariaman – Hidup kadang menempatkan seseorang di titik paling sunyi. Dan, di situlah Rini Putri Yeni berdiri. Tanpa ayah dan ibu, dengan beban hidup yang kian menekan, ia tetap memaksa diri bertahan demi satu hal yang belum selesai, gelar sarjana.

Di saat langkahnya hampir terhenti, Bupati Padang Pariaman, Sumatere Barat, John Kenedy Azis datang membawa sesuatu yang lebih dari bantuan. Ia membawa kepastian bahwa Rini tidak sendirian. Sabtu, (11/4/2026), hanya dalam hitungan jam setelah laporan diterima, respons itu diwujudkan.

Mahasiswi semester akhir di UIN Mahmud Yunus Batusangkar itu harus menyusun skripsi di tengah keterbatasan yang nyaris tak masuk akal. Rumahnya bocor, biaya hidup bergantung pada kakak, bahkan laptop untuk kuliah pun belum ia miliki.

Namun yang membuat kisah ini menyesakkan sekaligus menguatkan adalah sikap Rini sendiri. Ia tidak memilih berhenti. Ia tetap berjalan, meski dengan langkah tertatih, menantang keadaan yang seolah tak berpihak.

Kondisi itu akhirnya sampai ke pemerintah. Bersama Ny.Nita Christanti Azis, Bupati John Kenedy Azis hadir langsung, menggerakkan banyak pihak. Bantuan datang tak hanya berupa sembako dan uang tunai, tetapi juga komitmen perbaikan rumah. Sesuatu yang selama ini hanya bisa dibayangkan.

Di hadapan Rini yang beralamat di Korong Ladang Laweh Nagari Sicincin Kecamatan 2 x Enam Lingkung, pesan yang disampaikan sederhana, tapi penuh arti. Jangan berhenti. Selesaikan kuliah. Soal biaya, pemerintah akan mencarikan jalan. Bagi banyak orang, itu mungkin sekadar kalimat. Tapi bagi Rini bersama dua saudara perempuannya, itu adalah titik balik.

Kisah ini menyisakan satu kenyataan. Tidak semua orang kuat karena pilihan, sebagian bertahan karena keadaan memaksa. Dan ketika bantuan akhirnya datang, ia bukan sekadar meringankan beban. Tetapi menghidupkan kembali mimpi yang hampir padam.(bay)