TMMD ke-128 Tahun 2026 Digelontor Miliaran di Nagari Batu Gadang Sungai Garinggiang Padang Pariaman

Padang Pariaman – Deru semangat membelah sunyi Nagari Batu Gadang mendadak terasa berbeda ketika Mahyeldi Ansharullah berdiri membuka secara resmi TMMD ke-128. Di lapangan sederhana itu, geliat pembangunan terasa bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal keras bahwa nagari tak lagi boleh tertinggal dalam narasi besar pembangunan negeri.

Namun, di balik seremoni itu, Komandan Satgas TMMD ke-128, Letkol Inf. Nurman Setiaji, menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal beton dan aspal.

Ia menyodorkan perspektif yang lebih dalam. Bahwa membangun desa tak cukup dengan jalan dan jembatan, tetapi harus menyentuh manusia yang hidup di dalamnya.

Dengan dukungan anggaran Rp1,3 miliar dari APBD Padang Pariaman tahun 2026, program ini bergerak selama satu bulan penuh, dari 22 April hingga 21 Mei.

Sekitar 200 personel gabungan TNI, Polri, dan masyarakat diterjunkan. Mereka bukan sekadar bekerja, tetapi hidup bersama warga, menyatu dalam denyut kebutuhan yang selama ini kerap terabaikan.

Di sisi fisik, perubahan yang dijanjikan tidak main-main: pembukaan jalan baru sepanjang 2 kilometer, pembangunan jembatan plat, enam titik gorong-gorong, hingga rehab 10 rumah layak huni. Tiga mushalla ikut diperbaiki, sementara akses air bersih dan fasilitas MCK dibangun di lima titik. Ini sebuah jawaban konkret atas kebutuhan dasar yang lama terpendam.

Namun justru yang paling menggetarkan adalah sisi nonfisiknya. Sebanyak 100 paket makanan tambahan untuk anak stunting disiapkan, disertai gerakan penanaman pohon dan aksi bersih lingkungan.

Ini bukan sekadar program, melainkan intervensi langsung pada kualitas hidup masyarakat yang selama ini bergulat dengan persoalan mendasar.

Lebih jauh, penyuluhan digelar tanpa jeda dari pertanian hingga kesehatan, dari bahaya narkoba hingga kesadaran bela negara. Layanan administrasi kependudukan pun dibawa langsung ke tengah warga, seolah negara hadir tanpa sekat.

Bahkan isu penyakit tidak menular dan posyandu turut disentuh, memperlihatkan bahwa pembangunan kini mulai berpihak pada keberlanjutan hidup.

Di tengah segala ambisi besar itu, publik tentu bertanya: apakah TMMD ke-128 ini akan menjadi tonggak perubahan nyata atau sekadar proyek rutin tahunan? Jawabannya mungkin tak akan lahir hari ini. Tapi di Nagari Batu Gadang, harapan telah ditanam, dan untuk pertama kalinya, terasa begitu dekat dengan kenyataan.(bay).