Padang Pariaman – Langkah tak biasa kembali digulirkan Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis. Di tengah sorotan efisiensi anggaran, ia memilih merelokasi Puskesmas Sintuk ke kawasan SD Negeri 15 Sintoga. Tanpa pembelian lahan, tanpa proses panjang yang kerap membebani keuangan daerah.
Bukan tanpa alasan. Setiap tahun, banjir dari Batang Tapakih datang seperti ancaman rutin yang melumpuhkan pelayanan.
Puskesmas yang seharusnya jadi garda terdepan justru berubah menjadi titik rawan, memaksa masyarakat menunda pengobatan di saat kondisi mendesak.
Di tengah situasi itu, pemerintah daerah seperti tak punya banyak pilihan. Lokasi lama dinilai sudah kehilangan kelayakan.
Relokasi menjadi jalan keluar yang tak bisa ditawar. Bukan sekadar memindahkan bangunan, tapi menyelamatkan fungsi layanan kesehatan yang nyaris lumpuh setiap musim hujan.
Menariknya, solusi yang dipilih justru memanfaatkan aset yang sudah ada. SD Negeri 15 Sintoga di Korong Toboh Olo disulap menjadi titik baru pelayanan kesehatan.
Jaraknya memang hanya sekitar dua kilometer, namun posisinya jauh lebih aman dari ancaman banjir yang selama ini menghantui.
Di balik keputusan ini, terselip pertaruhan besar. Berdasarkan Permenkes Nomor 19 Tahun 2023, puskesmas bukan sekadar tempat berobat, tetapi pusat layanan menyeluruh dari promotif hingga rehabilitatif. Artinya, relokasi tidak boleh sekadar cepat, ia harus tepat dan berkelanjutan.
Sinyal dukungan pusat mulai menguat. Usulan relokasi ini telah masuk dalam skema bantuan revitalisasi pascabencana hidrometeorologi lintas kementerian. Ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bukan sekadar urusan daerah, melainkan bagian dari krisis yang lebih luas.
Namun isu liar sempat beredar, menyebut adanya pembelian lahan terselubung. Pemerintah langsung membantah keras. Lokasi yang digunakan disebut bagian dari rencana regrouping sekolah, bukan transaksi tanah.
Kini publik menanti pembuktian. Apakah kebijakan ini benar-benar solusi cerdas, atau hanya langkah darurat yang dipoles seolah strategi besar? (bay).






