Jakarta – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menyusul kebakaran yang terjadi pada salah satu unit operasionalnya, Rabu (1/10) malam.
Agustiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai, menegaskan bahwa stok dan distribusi BBM berada dalam kondisi aman. “Persediaan Pertalite tidak terdampak, sehingga distribusi ke wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tetap berjalan normal,” jelasnya saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, kebutuhan solar untuk Dumai dan Siak, serta avtur untuk Pekanbaru, masih bisa dipenuhi dari Kilang Dumai. Sementara beberapa wilayah Sumbagut lainnya akan memperoleh pasokan melalui alih suplai dari kilang Pertamina lain.
“Dengan dukungan kilang-kilang lain di seluruh Indonesia, kami memastikan suplai BBM untuk masyarakat tetap lancar tanpa gangguan,” ungkap Agustiawan.
Ia juga menekankan komitmen perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional, termasuk dalam kondisi darurat. “Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Dengan sinergi dan respons cepat, dampak insiden ini dapat ditangani tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kebakaran yang disertai ledakan itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Putri Tujuh, Dumai. Tim tanggap darurat berhasil mengendalikan api pada pukul 23.20 WIB, dan situasi kini dinyatakan aman. Saat ini, tim internal sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab insiden dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Keselamatan pekerja, masyarakat, dan fasilitas adalah prioritas utama kami,” tegas Agustiawan.
Sebagai informasi, Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia, dengan tingkat kompleksitas Nelson Complexity Index (NCI) 7,5. Kilang ini memiliki kapasitas produksi 170 ribu barel per hari (MBPD), menghasilkan berbagai produk, termasuk solar, avtur, Pertalite, Pertadex, LPG, hingga green coke.(des*)






