PT Jasa Raharja Sumbar Bergerak Cepat Beri Jaminan Perawatan Korban Bus Maut ALS

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, beserta jajarannya, langsung turun ke tempat kejadian perkara untuk melakukan pendataan korban secara menyeluruh di rumah sakit.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, beserta jajarannya, langsung turun ke tempat kejadian perkara untuk melakukan pendataan korban secara menyeluruh di rumah sakit.

Padang Panjang, fajarharapan.idPT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat merespons cepat dan tanggap dalam menyikapi tragedi kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang menewaskan 12 orang dan melukai 23 lainnya di Bukit Surungan (Busur), Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa pagi, 6 Mei 2025.

Kepala PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto, memimpin langsung penanganan di lapangan dengan mengerahkan tim untuk melakukan pendataan korban, mengunjungi rumah sakit, serta memastikan proses semua korban dijamin perawatan oleh Jasa Raharja berjalan tepat dan sesuai aturan.

“Kami langsung turun ke lokasi kejadian dan fasilitas kesehatan untuk memastikan seluruh korban dan ahli waris mendapat haknya. Santunan untuk korban meninggal akan segera kami salurkan begitu proses administrasi selesai,” ujar Kepala PT Jasa Raharja Sumbar, Teguh Afrianto.

Tragedi terjadi sekitar pukul 08.15 WIB di Jalan Dr. Hamka, Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat. Bus ALS dengan nomor polisi B 7512 FGA, yang tengah melaju dari arah Bukittinggi ke Padang, diduga mengalami kegagalan rem hingga terguling dan menabrak rumah warga. Belasan penumpang tewas di tempat dan dalam perjalanan ke rumah sakit, sementara puluhan lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

Teguh memastikan, santunan sebesar Rp50 juta akan diberikan kepada setiap ahli waris korban meninggal dunia. Bagi korban luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan maksimal Rp20 juta per orang, serta memberikan manfaat tambahan berupa biaya ambulans hingga Rp500 ribu dan pertolongan pertama (P3K) hingga Rp1 juta.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Jasa Raharja. Kami tidak ingin keluarga korban menunggu lama. Proses percepatan kami utamakan tanpa mengurangi ketelitian verifikasi data,” tambahnya.

Langkah cepat Jasa Raharja Sumbar mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban dan pihak rumah sakit yang melihat langsung upaya pendampingan dan penjaminan yang dilakukan sejak hari pertama kejadian.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, mengonfirmasi seluruh korban telah dievakuasi pada siang hari yang sama. “12 korban meninggal dan 23 lainnya sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat di Padang Panjang,” jelasnya.

Selain menyalurkan santunan, Jasa Raharja juga menyerukan kepada operator transportasi umum untuk meningkatkan perhatian terhadap kelayakan armada dan keselamatan berkendara. Pemeriksaan rutin kendaraan serta pelatihan keselamatan bagi pengemudi dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

“Kami harap tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam transportasi umum,” tegas Teguh.

Jalur Bukittinggi–Padang memang dikenal rawan kecelakaan karena medan yang menurun dan berliku tajam. Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal yang terjadi di ruas tersebut.

Di tengah suasana duka, kehadiran Jasa Raharja Sumbar yang cepat dan proaktif menjadi secercah harapan bagi keluarga korban. Tanggung jawab yang dijalankan dengan sigap membuktikan komitmen lembaga ini dalam melindungi masyarakat pengguna transportasi umum. (*)