Sampit, fajarharapan.id – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, menyatakan bahwa peningkatan akreditasi ini merupakan tantangan besar yang harus diwujudkan. “Dengan gedung megah seperti ini, tidak ada alasan untuk tidak meningkatkan akreditasi,” ujarnya saat peresmian, Rabu (24/1/2025).
Gedung perpustakaan baru yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10 miliar ini disebut sebagai salah satu perpustakaan daerah termegah di Kalimantan Tengah. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan literasi masyarakat di Kotim.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Nasional, Dr. Tauq Abdul Gani, mendorong Pemkab Kotim untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan gedung ini. “Kalau akreditasi masih C pada tahun 2025, maka target akreditasi A pada tahun 2026 harus menjadi fokus utama,” ungkapnya.
Menurut Tauq, peningkatan akreditasi tidak hanya sekedar pencapaian administratif, tetapi juga berdampak pada jumlah bantuan yang diterima. Dengan akreditasi C, perpustakaan mendapatkan bantuan DAK non-fisik senilai Rp500 juta. Namun, jika naik ke akreditasi A, bantuan tersebut bisa meningkat hingga Rp1 miliar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kotim, Rusnah, mengungkapkan bahwa salah satu kunci peningkatan akreditasi adalah menambah jumlah kunjungan. Untuk mencapai standar akreditasi A, jumlah pengunjung minimal harus mencapai 50.000 per bulan. Saat ini, rata-rata kunjungan perpustakaan Kotim masih di bawah 3.000 per bulan.
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, DPK Kotim telah menyiapkan berbagai strategi. Di antaranya adalah menambah koleksi buku, bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan swasta untuk mendonasikan buku, serta meluncurkan program kunjungan pelajar secara berkala.
Selain itu, perpustakaan Kotim juga menyediakan fasilitas modern seperti akses Wi-Fi gratis dan perangkat elektronik, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda. “Saat ini, kami memiliki sekitar 39.000 koleksi buku dan terus berupaya menambah jumlah serta variasi koleksi,” tambahnya.
Sebagai upaya menjangkau masyarakat di wilayah pelosok, DPK Kotim menjalin kerja sama dengan Ditpolair Polda Kalteng untuk menghadirkan perpustakaan keliling. Data kunjungan dari program ini juga akan menjadi bagian dari penilaian akreditasi.
Rusnah optimistis bahwa perpustakaan daerah Kotim akan semakin diminati masyarakat. “Kami mengundang masyarakat Kotim dan luar daerah untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan ini. Semoga perpustakaan ini benar-benar menjadi pusat literasi bagi semua kalangan,” tutup Halikinnor. (Av)






