FAJAR HARAPAN – Pengurus Pusat Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PP IWSS) menggelar tiga agenda besar organisasi, yakni Musyawarah Nasional (MUNAS) IX IWSS, Pertemuan Wanita Karier Bugis, Makassar, dan Toraja (PWK-BMT) II, serta peringatan HUT ke-49 IWSS di Hotel Sahid Jakarta, pada 5–7 November 2026.
Mengusung tema “Mengakar pada Budaya, Bergerak untuk Bangsa”, kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta dari 35 provinsi di seluruh Indonesia serta dua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) luar negeri, yakni Malaysia dan California, Amerika Serikat.
Kehadiran delegasi dari berbagai daerah dan mancanegara mencerminkan kuatnya solidaritas serta luasnya jejaring IWSS.
Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, hadir memberikan keynote speech pada agenda PWK-BMT II.
MUNAS IX IWSS dan HUT ke-49 mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Berjaya”.
Hal ini, sebagai momentum konsolidasi organisasi, evaluasi perjalanan kepengurusan, serta penentuan arah dan kepemimpinan IWSS ke depan.
PWK BMT Perkuat Kiprah Perempuan Bugis Makassar Toraja di Rantau
Adapun PWK-BMT II mengusung tema “Tangguh di Rantau, Peduli pada Negeri”, yang menjadi ruang penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan jejaring perempuan Bugis, Makassar, dan Toraja.
Agar semakin berdaya serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Memasuki usia ke-49 tahun, IWSS meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga warisan budaya, mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas perempuan, dan memperluas peran organisasi dalam pembangunan nasional.
Melalui ketiga agenda ini, IWSS menegaskan bahwa perempuan Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi penjaga nilai dan tradisi leluhur, tetapi juga bagian penting dari kekuatan penggerak kemajuan bangsa.
Mengakar pada Budaya, Bergerak untuk Bangsa.
(***)







