Jakarta – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami serangkaian erupsi pada Senin (28/9/2026) malam. Berdasarkan pemantauan, kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian 400 hingga 900 meter di atas puncak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi pertama terjadi pada pukul 18.14 WIB. Saat itu, kolom abu membumbung sekitar 400 meter dari puncak gunung.
Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 18.35 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 800 meter. Selang 18 menit kemudian, tepatnya pukul 18.53 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dan memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 900 meter.
Aktivitas erupsi berlanjut pada pukul 20.06 WIB dengan kolom abu setinggi 800 meter. Kemudian, pada pukul 20.42 WIB, erupsi kembali terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 900 meter.
Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 21.01 WIB. Kali ini, kolom abu yang keluar dari kawah teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi mengenai dampak erupsi terhadap permukiman ataupun kegiatan masyarakat. PVMBG mengimbau warga untuk mematuhi seluruh rekomendasi dan ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan Besuk Kobokan, meskipun berada di luar jarak 13 kilometer tersebut.
Pembatasan ini diberlakukan karena wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
PVMBG juga melarang masyarakat mendekati kawasan dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak. Area tersebut dinilai berisiko terkena lontaran batu pijar akibat aktivitas vulkanik.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, maupun lahar di sepanjang alur sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan khusus perlu diberikan di sejumlah jalur sungai, antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.(des*)







