Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan pemeriksaan kualitas Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Barat. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul laporan dari masyarakat terkait dugaan adanya zat lain yang tercampur dalam BBM.
Pemeriksaan bertujuan memastikan kondisi Pertalite yang beredar di lapangan tetap memenuhi standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan perusahaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa hasil sampling dan pemeriksaan awal di SPBU menunjukkan Pertalite masih sesuai spesifikasi.
Sejumlah parameter telah diperiksa, di antaranya tingkat density serta kandungan air. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan kandungan air dalam sampel yang diuji.
“Pengujian dilakukan oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Laboratorium Lemigas Jakarta, lembaga pengujian bahan bakar di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI,” kata Fahrougi melalui keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Selain menguji sampel BBM, Pertamina juga menelusuri proses penerimaan Pertalite serta memeriksa hasil pengujian laboratorium terbaru sebagai bagian dari tindak lanjut atas informasi yang diterima.
Pertamina memastikan seluruh BBM yang dipasarkan kepada konsumen telah melewati tahapan pemeriksaan kualitas sebelum didistribusikan. Untuk memperkuat proses verifikasi, sampel Pertalite kembali diambil dari sejumlah SPBU dan dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Saat ini, pengambilan sampel lanjutan dilakukan pada enam SPBU yang berada di Kota Padang dan Kabupaten Agam.
“Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas produk pada titik-titik penyaluran sekaligus memperoleh gambaran kondisi produk secara menyeluruh,” jelasnya.
Dalam melakukan pemeriksaan, Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta berbagai pihak terkait. Koordinasi tersebut dilakukan agar proses verifikasi dan penanganan informasi yang berkembang di masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Pertamina turut mengapresiasi laporan maupun masukan yang disampaikan konsumen. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, sementara perkembangan hasilnya akan disampaikan berdasarkan temuan dan hasil pengujian di lapangan.
Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 melalui telepon, WhatsApp, email, maupun saluran komunikasi resmi lainnya.
Selain itu, seluruh SPBU Pertamina di wilayah Sumatera Barat juga disiagakan untuk menerima laporan konsumen yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
“Konsumen yang mengalami kendala dapat menyampaikan laporan secara langsung ke SPBU tempat terakhir melakukan pengisian BBM untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu BBM sejak produk diterima, disimpan, hingga disalurkan kepada konsumen.
“Perusahaan juga memastikan setiap informasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tuturnya.(des*)







