Jakarta — Meta memperkenalkan Muse, sebuah agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan berbagai pekerjaan digital atas nama penggunanya.
Berbeda dari chatbot konvensional yang umumnya menunggu instruksi untuk memberikan respons, Muse dikembangkan agar dapat mengambil sejumlah langkah secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu. Agen ini bisa berpindah antar-aplikasi, mencari informasi di internet, mengirim email, mengisi formulir hingga membantu melakukan pemesanan perjalanan.
Kemampuan Muse juga tidak berhenti ketika pengguna menutup aplikasi. Untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih lama, agen tersebut dapat melanjutkan proses di belakang layar dan kembali meminta perhatian pengguna ketika membutuhkan persetujuan untuk tindakan tertentu.
Mulai Tersedia di Amerika Serikat
Muse mulai diperkenalkan kepada pengguna di Amerika Serikat melalui perangkat iPhone, Android, dan web. Layanan tersebut dapat diakses melalui situs muse.ai.
Meta juga menyiapkan integrasi Muse dengan perangkat kacamata berbasis AI. Untuk pengguna umum, sebagian besar kemampuan agen ini dapat digunakan tanpa biaya, sementara Meta turut menyediakan opsi berlangganan bagi konsumen yang membutuhkan fitur atau kapasitas lebih tinggi.
Selain melalui aplikasi khusus, Muse dapat digunakan lewat WhatsApp. Pengguna dapat memberikan instruksi untuk mengerjakan berbagai aktivitas digital, mulai dari mengirim pesan atau email hingga membantu proses pemesanan perjalanan.
Bisa Mengingat Percakapan dan Tujuan Pengguna
Salah satu kemampuan yang ditawarkan Muse adalah mempertahankan konteks dari interaksi sebelumnya. Informasi yang diperoleh dalam percakapan dapat digunakan kembali untuk memberikan saran maupun membantu menyelesaikan tugas berikutnya.
Untuk pekerjaan yang kompleks, Muse dapat membuat rencana berdasarkan kebutuhan pengguna kemudian menjalankan tahapan yang diperlukan. Jika terdapat tindakan yang membutuhkan konfirmasi, agen akan berhenti dan meminta persetujuan sebelum melanjutkan.
Misalnya, ketika sebuah proses telah sampai pada tahap pengiriman email atau pembelian, Muse dapat meminta pengguna memastikan tindakan tersebut terlebih dahulu.
Menggunakan Lingkungan Komputer Virtual
Untuk menjalankan berbagai tugas digital, Meta menempatkan Muse di lingkungan komputasi terpisah yang disebut Muse Secure VM. Sistem ini memberikan agen sebuah komputer dan browser berbasis cloud sehingga aktivitasnya tidak berjalan langsung di lingkungan utama pengguna.
Lingkungan tersebut dirancang untuk memisahkan agen, data pengguna, serta kredensial dari layanan lain. Dengan pendekatan ini, Meta berupaya membatasi potensi akses yang tidak diinginkan ketika Muse menjalankan tugas di internet.
Meta juga menggunakan lapisan keamanan tambahan bernama Sentinel untuk mengatur koneksi internet agen. Sistem tersebut dapat menerapkan pembatasan dan meminta persetujuan pengguna sebelum Muse melakukan aktivitas tertentu.
Pengguna Memegang Kendali Akses
Meta menyediakan sejumlah pengaturan agar pengguna dapat menentukan batas kemampuan Muse. Pengguna bisa memilih layanan atau aplikasi apa saja yang boleh diakses serta jenis izin yang diberikan kepada agen tersebut.
Koneksi ke layanan tertentu juga dapat dihentikan kapan saja. Selain itu, pengguna dapat meminta informasi yang tersimpan dihapus dan memiliki pilihan untuk tidak menjadikan interaksi mereka sebagai bahan pelatihan model AI Meta.
Perusahaan menegaskan bahwa percakapan pengguna maupun data yang berada di dalam lingkungan virtual Muse tidak dibagikan kepada sistem periklanan Meta.
Dari sisi kredensial, Muse juga tidak memiliki akses langsung terhadap kata sandi maupun informasi pembayaran yang tersimpan di lingkungan aman. Dengan demikian, Meta berupaya memberikan kemampuan otomasi yang lebih luas tanpa melepas kontrol pengguna terhadap data dan layanan yang terhubung.(BY)







