Jakarta – Telur kerap menjadi pilihan dalam menu sehari-hari karena mudah diolah, relatif terjangkau, dan memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Namun, apakah ada waktu tertentu yang dianggap paling ideal untuk mengonsumsi telur?
Telur menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Selain protein dan lemak, bahan pangan ini mengandung sejumlah vitamin serta mineral, seperti vitamin A, kelompok vitamin B, vitamin D, vitamin E, fosfor, selenium, kalsium, hingga zinc.
Satu telur berukuran besar umumnya mengandung sekitar 78 kalori, 6 gram protein, dan 5 gram lemak. Kandungan tersebut membuat telur dapat menjadi bagian dari pola makan dengan gizi seimbang.
Waktu Konsumsi Telur Bisa Disesuaikan
Tidak ada satu waktu yang mutlak paling baik untuk semua orang. Waktu mengonsumsi telur dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.
1. Dikonsumsi saat sarapan untuk asupan protein
Bagi orang yang ingin meningkatkan asupan protein sejak awal hari, telur dapat menjadi pilihan menu sarapan. Protein dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membantu mempertahankan dan memperbaiki jaringan.
Satu telur rebus berukuran besar menyediakan sekitar 6,28 gram protein. Mengonsumsinya pada pagi hari juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga seseorang berpotensi tidak mudah lapar sebelum waktu makan berikutnya.
Sarapan dengan telur juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur malam.
2. Setelah olahraga untuk mendukung pembentukan otot
Bagi mereka yang rutin melakukan latihan fisik, konsumsi telur setelah berolahraga dapat menjadi salah satu cara menambah asupan protein.
Protein menyediakan asam amino yang diperlukan dalam proses sintesis protein otot. Proses tersebut berperan dalam pemulihan sekaligus pembentukan jaringan otot setelah tubuh melakukan aktivitas fisik.
Telur juga dapat menjadi bagian dari makanan setelah latihan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh.
3. Saat sarapan bagi yang sedang mengatur berat badan
Telur juga banyak digunakan dalam pola makan untuk mengontrol berat badan. Salah satu alasannya adalah kandungan proteinnya cukup tinggi, sementara kalorinya relatif rendah.
Sarapan yang mengandung telur dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi telur sebagai bagian dari sarapan dapat dikaitkan dengan rasa lapar dan keinginan makan yang lebih rendah, sehingga asupan kalori selama hari bisa lebih terkontrol.
Kandungan protein pada telur juga dapat membantu membuat pola makan pagi lebih mengenyangkan dibandingkan menu yang dominan karbohidrat sederhana.
Tidak Harus Terpaku pada Jam Tertentu
Meski beberapa waktu konsumsi telur dapat disesuaikan dengan tujuan tertentu, bukan berarti telur hanya memberikan manfaat pada pagi atau setelah olahraga. Telur tetap dapat menjadi sumber nutrisi yang baik kapan saja selama dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Telur rebus dapat menjadi pilihan sederhana karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Jika memilih telur goreng, penggunaan minyak dan bahan tambahan sebaiknya tetap diperhatikan agar asupan kalori dan lemak tidak berlebihan.
Pada akhirnya, kualitas keseluruhan pola makan jauh lebih penting daripada terpaku pada waktu tertentu untuk mengonsumsi telur.(BY)







