Pariaman Bidik Gelar Internasional Lewat Tenis Veteran

Kota Pariaman – Pariaman tak ingin sekadar menjadi kota tujuan wisata. Kota di pesisir Sumatera Barat itu kini mencoba menjadikan lapangan olahraga sebagai pintu masuk wisatawan.

Ambisi tersebut terlihat saat Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi membuka Kejuaraan Tenis Internasional BAVETI Piala Wali Kota Pariaman 2026 di Lapangan Tenis Karan Aur, Jumat (4/9/2026).

Ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara meramaikan turnamen yang berlangsung 4–6 September 2026 tersebut. Malaysia menjadi salah satu negara yang mengirimkan atlet, di antaranya Prof. Zul dan Pudin dari Kelantan.

Peserta domestik datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Utara, Jambi hingga Sumatera Selatan.

Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp85 juta. Pertandingan mempertandingkan kategori KU BAVETI, KU 100 dengan usia minimal 45 tahun, KU 110 minimal 50 tahun, KU 120 minimal 55 tahun, serta kategori umum KU 32 tahun ke atas.

Hadiah terbesar pada kategori BAVETI diberikan kepada juara pertama sebesar Rp8 juta, sedangkan kategori umum menyediakan hadiah Rp6 juta bagi kampiun.

Ketua Umum BAVETI Pusat Theo L.Sambuaga menilai geliat tenis Sumatera Barat dan kesiapan Pariaman menjadi tuan rumah layak mendapat apresiasi.

Menurutnya, kedatangan atlet dari berbagai wilayah Indonesia dan Malaysia menunjukkan Pariaman memiliki daya tarik sekaligus fasilitas yang cukup memadai untuk menggelar event olahraga berskala internasional.

Bahkan, BAVETI membuka peluang membawa agenda yang lebih besar ke kota tersebut. Theo menyatakan Pengurus Pusat BAVETI akan mempertimbangkan penyelenggaraan agenda nasional maupun internasional di Pariaman.

Momentum itu sekaligus berbarengan dengan pelantikan Pengurus BAVETI Sumatera Barat periode 2026–2031 yang dipimpin Prof. Ganefri berdasarkan SK PP BAVETI Nomor 046/PP-BAVETI/01/SK/VIII/2026 tertanggal 6 Agustus 2026.

Yota Balad menangkap peluang tersebut sebagai bagian dari strategi mengerek sport tourism. Pemerintah Kota Pariaman bahkan berharap Kejuaraan BAVETI Nasional dapat digelar rutin di kota itu, bahkan dua kali setahun.

“Kami di Pemko Pariaman siap menjadi tuan rumah terbaik,” kata Yota Balad, sembari mengajak para atlet tak hanya bertanding, tetapi juga menikmati destinasi wisata dan kuliner khas Pariaman. Pesannya jelas. Lapangan tenis bukan lagi sekadar tempat mengejar kemenangan.

Setiap atlet yang datang di Kota Pariaman adalah potensi wisatawan, setiap pertandingan adalah promosi, dan setiap event internasional adalah peluang menghidupkan ekonomi kota.

Jika agenda BAVETI benar-benar berulang dan skalanya terus membesar, Pariaman punya kesempatan mengubah olahraga dari sekadar tontonan menjadi mesin baru penggerak pariwisata.(mak).