Pariaman Tak Mau Jadi Figuran di Jambore PKK Sumbar

Bukittinggi – Panggung Jambore PKK Sumatera Barat 2026 bukan tempat untuk sekadar hadir, berfoto, lalu kembali tanpa cerita. Di tengah pertarungan gengsi antarkontingen kabupaten dan kota, Kota Pariaman datang membawa ambisi yang terang-terangan. Merebut prestasi dan membuktikan kualitas kadernya.

Hari kedua menjadi momentum penting ketika tekanan kompetisi mulai meningkat di Kota Bukittinggi.

Wali Kota Pariaman Yota Balad bahkan turun langsung bersama Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny.Yosneli Balad dan Staf Ahli PKK Kota Pariaman Ny.Dina Mulyadi untuk menemui kontingen Pariaman, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni. Para kader mendapat dorongan langsung agar tidak kehilangan fokus ketika berhadapan dengan kontingen-kontingen lain yang sama-sama datang membawa target kemenangan.

Tak ada ruang untuk tampil setengah hati. Yota Balad meminta seluruh kader menyatukan visi, membangun kepercayaan diri, dan menjaga kekompakan.

Ia menilai jambore merupakan ruang pembuktian atas dedikasi, kreativitas, serta inovasi kader PKK Kota Pariaman. Pada setiap tangkai lomba harus dihadapi dengan keberanian dan kemampuan terbaik.

“Tampilkan yang terbaik, jaga nama baik daerah, dan buktikan bahwa kader kita memiliki kualitas unggul,” tegas Yota Balad.

Jambore Kader PKK Berprestasi ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 sendiri dibuka Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Balai Sidang Bung Hatta, Kota Bukittinggi.

Setelah pembukaan, persaingan berlanjut melalui berbagai perlombaan yang mempertemukan kontingen TP PKK dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny.Yosneli Balad tak ingin semangat kader berhenti pada slogan. Ia mengapresiasi persiapan dan kekompakan kontingen yang telah bekerja keras menghadapi seluruh rangkaian kegiatan.

Namun, ia juga mengingatkan agar setiap kader berani mengeluarkan seluruh potensi dan keterampilan tanpa meninggalkan etika, kesopanan, serta nilai kebersamaan.

Sebab di panggung seperti ini, nama daerah ikut dipertaruhkan. Setiap penampilan bukan hanya tentang menang atau kalah. Tetapi juga tentang bagaimana kader Kota Pariaman menunjukkan kualitas, disiplin, dan karakter mereka di hadapan kontingen se-Sumatera Barat.

Yosneli berharap kerja keras tersebut tidak berakhir sia-sia dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Target Kota Pariaman pun kini semakin jelas. Pulang dari Bukittinggi tidak dengan tangan kosong. Yota Balad berharap perjuangan seluruh kontingen berbuah piala dan penghargaan dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.

Di arena yang mempertemukan kader-kader terbaik Sumbar itu, Kota Pariaman sedang mengirim pesan sederhana namun keras. Mereka datang bukan untuk menjadi figuran.(mak).