Padang – Gelombang konten viral yang membanjiri media sosial dinilai mulai menggeser nilai-nilai kemanusiaan sekaligus mengancam kualitas demokrasi. Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, mengingatkan bahwa ketika informasi lebih mengejar sensasi daripada kebenaran, masyarakat akan kehilangan arah.
“Dalam situasi seperti itu, peran pers profesional menjadi semakin penting sebagai penjaga akurasi, etika, dan kepentingan publik”, kata Muhajir Muslim dihadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pwrsatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman/Padang Pariaman bertema “Meneguhkan Profesionalisme, Memperkuat Solidaritas” di Ballroom Grand Basko Hotel, Padang, Jum’at (31/7/2026).
Muhajir menegaskan, demokrasi tidak cukup hanya dihidupkan oleh kebebasan berbicara.
“Demokrasi membutuhkan pers yang bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik agar ruang publik tetap dipenuhi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan” ucapnya.
Tanpa fungsi kontrol tersebut, kata dia, demokrasi hanya akan menjadi kebebasan tanpa arah.
“Pers adalah roh demokrasi. Ibarat manusia yang hidup tanpa nilai, itu akan kosong. Demokrasi tanpa pers pasti hampa,” tegas Muhajir mengenai pentingnya keberadaan PWI sebagai organisasi wartawan profesional.
Ia menyoroti perubahan perilaku masyarakat di era media sosial yang semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, tidak sedikit orang lebih memilih mengangkat telepon genggam untuk merekam kecelakaan demi mengejar tayangan viral dibandingkan memberikan pertolongan kepada korban.
Fenomena tersebut, sebut Muhajir, menjadi cermin bergesernya empati akibat budaya mengejar popularitas di ruang digital.
Muhajir juga mengangkat contoh lain yang tidak kalah memprihatinkan. Ada anak yang harus menyaksikan orang tuanya menjadi objek konten yang beredar luas di media sosial, padahal sang anak belum memahami persoalan yang sedang terjadi.
“Kondisi seperti ini menunjukkan pentingnya edukasi mengenai etika penyebaran informasi agar hak, martabat, dan sisi kemanusiaan setiap orang tetap dihormati,” tuturnya.
Muhajir berharap PWI terus memperkuat perannya dalam melahirkan wartawan yang menjunjung tinggi kode etik, mengedepankan verifikasi, serta menyajikan informasi yang mencerahkan masyarakat.
Di tengah banjir informasi digital, keberadaan wartawan profesional dinilai menjadi penyeimbang agar publik tidak mudah terseret arus opini, hoaks, maupun konten yang hanya mengejar perhatian sesaat.
Dukungan terhadap penguatan organisasi pers itu juga diwujudkan melalui fasilitasi berbagai kegiatan PWI Padang Pariaman/Pariaman.
Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman, Idham Fadhli, mengapresiasi langkah Muhajir Muslim yang telah mendukung pelantikan pengurus hingga pelaksanaan bimbingan teknis.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi sejarah baru. Karena untuk pertama kalinya seorang Ketua DPRD di Pariaman memberikan perhatian nyata terhadap penguatan organisasi wartawan.
Ia berharap sinergi itu terus terjalin demi memperkokoh pers profesional sebagai salah satu penyangga utama kehidupan demokrasi.(mak).







