Padang – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman/Padang Pariaman masa bakti 2026–2029 resmi memulai babak baru setelah dilantik oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumatera Barat, Syawir Pribadi, mewakili Ketua PWI Sumatera Barat.
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Grand Basko Hotel Padang, pada Jumat (31/7/2026), menjadi momentum memperkuat peran pers profesional di tengah derasnya arus informasi digital.
Pelantikan Pengurus PWI itu dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Yalviendri, serta Sekretaris Dinas Kominfo, Elfadri.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menjadi sinyal kuat bahwa kemitraan antara pemerintah dan insan pers dipandang sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis pemerintah yang memiliki peran besar dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat.
Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar, ia mengajak insan pers berdiri di garis depan untuk melawan hoaks yang dinilainya dapat merusak kepercayaan publik dan mengganggu pembangunan.
“Kehadiran rekan-rekan wartawan sangat kami butuhkan untuk menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat. Mari bersama-sama menjalin kerja sama yang baik, terutama mengatasi berita hoaks. Karena hoaks telah merusak semua yang sudah tertata dengan baik,” ujar Yota Balad.
Di hadapan para wartawan, Yota juga menegaskan bahwa Pemko Pariaman tidak alergi terhadap kritik.
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi selama disampaikan secara objektif, berimbang, dan bertujuan membangun daerah menjadi lebih baik.
“Kita siap dikritik, tapi kritik yang sehat dan membangun daerah yang lebih baik lagi ke depannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadirannya dalam pelantikan pengurus PWI menjadi wujud komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sinergi dengan insan pers.
Pembangunan Kota Pariaman, katanya, tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala daerah dan unsur Forkopimda, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Termasuk wartawan yang bekerja secara profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sawir Pribadi meminta pengurus PWI Padang Pariaman/Pariaman yang baru dilantik agar segera melakukan konsolidasi bersama anggota.
“Terutama menyikapi akan ada kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI yang dijadwalkan pada bulan Agustus ini,” kata dia.
Sawir Pribadi menegaskan bahwa mengikuti OKK adalah mutlak untuk bisa menjadi anggota Biasa PWI. “OKK produk PWI untuk bisa menjadi anggota Biasa, sedangkan ujian kompetensi wartawan (UKW) merupakan Dewan Pers” ujarnya yang didampingi Sekretaris PWI Firdaus Abi dan Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) Emil Mahmudsyah.
Ia meminta kepada yang mau masuk anggota PWI wajib mengikuti OKK terdahulu, itu berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PWI yang terbaru.
Sawir Pribadi mengingatkan agar mengikutilah prosedur persyaratan yang telah dikeluarkan PWI Sumatera Barat, dan telah disampaikan ke Pengurus PWI Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.
Ketua PWI Pariaman/Padang Pariaman periode 2026–2029, Idham Fadhil, dalam sambutannya menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk menjaga marwah organisasi sekaligus meningkatkan kualitas profesi wartawan di daerah.
Menurutnya, PWI akan terus berbenah agar mampu menjalankan fungsi organisasi secara lebih baik.
“Menjaga kehormatan profesi, serta membuktikan bahwa PWI tidak hanya menjadi wadah wartawan. Tetapi juga mitra strategis yang berkontribusi nyata dalam pembangunan Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman”, kata Fahli.(mak).







