Idham Fadhli, Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman terpilih
Pariaman – Pergantian kepengurusan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Pariaman/Pariaman akhirnya memasuki babak penting. pada Jumat (31/7/2026), kepengurusan periode 2026–2029 akan resmi dilantik oleh Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navis, di Ballroom Basko Hotel Padang.
Namun, sorotan publik kali ini bukan semata pada prosesi pelantikan. Yang dinanti adalah lahirnya perubahan nyata dari organisasi yang menjadi rumah besar insan pers di Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin beratnya tantangan profesi wartawan, pelantikan ini menjadi momentum yang sarat harapan.
Banyak pihak menilai, inilah saat yang tepat bagi PWI Padang Pariaman/Pariaman membuktikan bahwa organisasi bukan hanya hidup saat acara seremonial berlangsung. Melainkan benar-benar hadir memperjuangkan profesionalisme, menjaga marwah wartawan, dan memperkuat solidaritas anggotanya.
Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman terpilih, Idham Fadhli, S.IP., C.Med., yang dihubungi Kamis siang (30/7/2026) menyatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal.
Usai pelantikan, seluruh pengurus dan anggota akan langsung mengikuti rapat kerja (Raker) serta konsolidasi organisasi hingga Sabtu (1/8/2026).
Forum tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya program-program yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota.
“Besar harapan kami, momentum ini mampu membangkitkan kembali semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan membawa PWI menjadi organisasi yang semakin maju,” ujar Idham.
Kepengurusan baru, kata dia, tidak boleh hanya dikenang karena pelantikannya yang megah. Tetapi harus diingat, karena keberanian menghadirkan perubahan yang selama ini dinantikan.
Pelantikan dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Arisal Aziz, Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedy Azis, Wali Kota Pariaman Yota Balad, serta jajaran Pengurus PWI Sumatera Barat.
Kehadiran para pemimpin daerah itu menjadi simbol bahwa eksistensi PWI masih memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan sekaligus penjaga independensi dan kualitas informasi di tengah derasnya arus berita yang kerap mengaburkan fakta.
Tak hanya fokus pada agenda organisasi, panitia juga menyiapkan berbagai bentuk perhatian kepada peserta. Seluruh anggota akan menerima seragam organisasi, mengikuti kegiatan dengan fasilitas menginap di Hotel Basko, yang juga sebagai bentuk apresiasi atas kebersamaan mereka.
Suasana kekeluargaan inilah yang diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun organisasi yang lebih solid, lebih kompak, dan lebih berwibawa.
Ucapan selamat dan dukungan terus berdatangan. Bagindo Armaidi Tanjung berharap kepemimpinan Idham Fadhli mampu membawa PWI Padang Pariaman/Pariaman semakin “menyala” dengan semangat perubahan.
Senada dengan itu, dari kesemua anggota menyampaikan doa agar kepengurusan baru mampu menjawab ekspektasi besar seluruh insan pers.
Sebab, setelah tepuk tangan pelantikan berakhir dan lampu ballroom dipadamkan. Hanya kerja nyata yang akan menentukan. Apakah PWI benar-benar bangkit, atau kembali tenggelam dalam rutinitas organisasi tanpa arah yang jelas.(mak).







