Kuala Kapuas, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai mematangkan persiapan pelaksanaan program cetak sawah tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas pun langsung bergerak melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik yang akan menjadi lokasi pembukaan lahan baru.
Langkah awal itu dipimpin langsung Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas, H. Hargatin ST MT, bersama tim teknis pada Sabtu (20/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum program strategis nasional tersebut mulai dikerjakan.
Hargatin mengatakan, seluruh persiapan kini terus dikebut agar pekerjaan fisik dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia optimistis program ini akan memberikan dampak besar bagi penguatan sektor pertanian di Kapuas.
Menurutnya, cetak sawah baru bukan hanya sekadar membuka lahan, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas pangan sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat pedesaan.
“Persiapan terus kami lakukan agar pekerjaan fisik cetak sawah tahun 2026 berjalan sesuai rencana. Kami yakin program ini akan memberi manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Program tersebut akan tersebar di 10 kecamatan dan 43 desa di Kabupaten Kapuas. Seluruh titik berada di kawasan non pasang surut yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.
Pendanaan program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui kerja sama antara Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Banjarbaru dengan Dinas PUPR Kabupaten Kapuas menggunakan skema swakelola tipe 2.
Berdasarkan keputusan Bupati Kapuas, Dinas PUPR dipercaya sebagai leading sector atau ketua pelaksana program cetak sawah tersebut.
Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, pemerintah daerah membentuk tiga tim utama, yakni Tim Teknis, Tim Administrasi, dan Tim Koordinasi. Ketiga tim ini akan menjadi motor penggerak dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.
Pelibatan lintas sektor juga menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Unsur yang tergabung mulai dari Dinas PUPR, Dinas Pertanian, penyuluh lapangan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga aparat keamanan dari TNI dan Polri.
Selain itu, Kejaksaan juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan hukum guna memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.
Tak hanya unsur pemerintah, dukungan dari organisasi masyarakat juga diperhitungkan. PWI, LSM, serta tokoh adat seperti damang dan mantir turut masuk dalam struktur pendukung program.
Hargatin menegaskan, kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor penting agar target pembukaan lahan pertanian baru bisa tercapai dengan baik.
Ia berharap, dengan sinergi yang solid, program cetak sawah 2026 di Kapuas mampu meningkatkan produksi pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau semua unsur bergerak bersama, kami yakin program ini sukses dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ini bagian penting dalam mendukung swasembada pangan nasional,” tutupnya.(Fjr)







