Alarm Literasi dari Pariaman! Sekdako Afrizal Azhar, Pengetahuan Pelajar Mengkhawatirkan

Kota Pariaman – Angin laut Pantai Gandoriah berhembus lembut ketika ratusan pelajar berkumpul di Pentas Seni, Selasa (10/3/2026). Di tengah suasana Ramadhan yang khidmat, Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, membuka Ramadhan Literacy Festival 2026 sekaligus Tabliq Akbar.

Namun di balik kemeriahan acara, Afrizal menyampaikan peringatan serius: minat baca dan pengetahuan umum pelajar dinilai masih memprihatinkan.

Festival literasi yang digelar selama dua hari, 10–11 Maret 2026 itu dihadiri penceramah Ustadz H. Syaiful Effendi, Lc, MA yang juga Ketua DPRD Kota Bukittinggi.

Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Pariaman Ny. Nelvia Afrizal, para Asisten, Staf Ahli, sejumlah Kepala OPD, Ketua Umum Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman Rizki Mirdani, jajaran BKMT, organisasi wanita, guru serta ratusan pelajar SMP se-Kota Pariaman.

Dalam sambutannya, Afrizal menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadhan. Ia menyebut literasi sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas generasi muda, sekaligus kunci untuk membuka cakrawala pengetahuan yang lebih luas.

Menurutnya, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis semata.

Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan memahami informasi, mengkritisi, serta melahirkan gagasan dan karya baru—sebuah keterampilan penting yang menentukan kualitas sebuah peradaban.

Namun Afrizal juga mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Berdasarkan pengamatan dan uji pengetahuan umum yang pernah dilakukan, banyak pelajar yang ternyata belum mampu menjawab pertanyaan dasar terkait pengetahuan umum.

“Kami melihat kemampuan pelajar kita saat ini masih sangat kurang dalam hal pengetahuan umum. Ketika kami mencoba mengetes mereka dengan berbagai pertanyaan, banyak yang tidak mengetahui jawabannya,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Karena itu, ia berharap Ramadhan Literacy Festival mampu menjadi titik awal kebangkitan budaya literasi di Kota Pariaman.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan untuk mempelopori berbagai kegiatan seperti lomba cerdas cermat antar pelajar agar kemampuan literasi generasi muda terus meningkat.

Festival ini sendiri menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa edukatif dan religius, mulai dari lomba azan, lomba puisi islami, bedah buku, bazar buku, bazar UMKM hingga pembagian 1.000 takjil bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ceramah agama oleh Ustadz H. Syaiful Effendi, yang semakin menambah makna spiritual di tengah upaya membangkitkan budaya literasi di Kota Pariaman.(mak).