Tas Harapan Pascabanjir! Wali Kota Pariaman Kuatkan Anak-anak Bangkit Sekolah

Kota Pariaman — Di tengah luka akibat banjir dan himpitan ekonomi yang masih membayangi banyak keluarga, secercah harapan hadir untuk anak-anak Pariaman. Wali Kota Pariaman Yota Balad secara simbolis menyerahkan perlengkapan sekolah (school kids) kepada peserta didik PAUD dan siswa kelas I SD yang terdampak bencana banjir serta anak-anak dari keluarga kurang mampu, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Sumatera Barat dan menjadi lebih dari sekadar penyerahan bantuan. Ia adalah pesan bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti oleh bencana.

Penyerahan bantuan turut didampingi Bunda PAUD Kota Pariaman Ny.Yosnely Balad dan Kepala Disdikpora Kota Pariaman Hertati Taher.

Sebanyak 100 anak menerima paket school kids berupa tas sekolah dan alat tulis lengkap, mulai dari buku, pulpen, hingga crayon. Perlengkapan dasar yang kembali menyalakan semangat belajar mereka.

Wali Kota Yota Balad menegaskan, bantuan ini adalah wujud kepedulian nyata Pemerintah Kota Pariaman terhadap masa depan anak-anak, khususnya mereka yang paling rentan terdampak bencana dan tekanan ekonomi keluarga.

“Ini bukan sekadar tas dan alat tulis. Ini adalah dukungan moral agar anak-anak tetap bersekolah, tetap bermimpi, meski baru saja melewati masa sulit,” ujar Yota Balad.

Ia menambahkan, penyerahan school kids juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan empati antara pemerintah dan masyarakat, terutama keluarga yang tengah berjuang bangkit pascabencana.

Lebih jauh, Yota Balad menegaskan komitmen Pemko Pariaman dalam mendukung dunia pendidikan melalui Program Unggulan (Progul) pemerintah daerah. Salah satunya adalah pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa kelas I SD dari keluarga kurang mampu.

“Program ini sudah kami realisasikan di tahun 2025. Insyaallah, setiap tahun anak-anak yang masuk kelas satu SD akan mendapatkan seragam sekolah gratis. Mulai dari baju, tas, hingga sepatu,” tegasnya.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya soal bantuan material, tetapi bagian dari upaya memutus rantai ketertinggalan pendidikan akibat faktor ekonomi dan bencana.

Menutup kegiatan, Wali Kota Pariaman berharap perlengkapan sekolah yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi pemantik semangat bagi anak-anak untuk kembali belajar dengan gembira.

Di Pariaman hari itu, tas sekolah yang dibagikan bukan sekadar perlengkapan. Ia menjadi simbol harapan, bahwa di tengah banjir dan keterbatasan, masa depan anak-anak tetap dijaga dan diperjuangkan.(r-mak).